SERANG, bantenhariini.id – Gelaran Festival Gabrugan di Lapangan Rancanini, Desa Mangu, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan penari yang menampilkan tarian kolosal di sepanjang jalan.
Sebanyak 4.000 penari terdiri dari pelajar madrasah ibtidaiyah hingga SMA, dan pegiat kesenian turun ke jalan dalam acara tersebut.
Turut hadir tokoh masyarakat Banten KH. Embay Mulya Syarief, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Bupati Serang Ratu Racmhatuzakiyah, para kepala desa se-Kecamatan Padarincang, serta pegiat kesenian maupun budayawan.
Ketua Pelaksana Festival Gabrugan, Eko Budianto, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremonial atau pertunjukan seni semata, melainkan wujud nyata kebersamaan dan cinta masyarakat terhadap warisan budaya daerah.
“Festival Gabrugan lahir dari gotong royong, pengorbanan, dan kerja keras seluruh warga. Bukan milik panitia saja, melainkan milik sepenuhnya masyarakat Padarincang,” ujarnya.
Secara khusus, Eko memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ratusan ibu dan anak perempuan yang tampil dalam Tari Kolosal Rampak Gabrugan serta Tari Kolosal Ngagurah.
Ia menyebut totalitas dan ketangguhan para penari perempuan membuktikan bahwa mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian budaya lokal.
“Kalian bukan hanya menari, tapi menunjukkan bahwa cinta pada tanah kelahiran mampu mengalahkan rasa lelah. Perempuan Padarincang terbukti mampu berdiri di garis depan menjaga warisan leluhur,” tambahnya.
Eko juga mengapresiasi seluruh panitia, relawan, pelaku seni, pelatih, dan pihak lain yang bekerja tanpa kenal lelah di balik layar dalam mempersiapkan Festival Gabrugan 2026.
Ia berharap semangat kebersamaan, cinta budaya, dan gotong royong terus terjaga, menjadikan Padarincang sebagai pintu gerbang seni dan budaya Kabupaten Serang yang tak pernah padam.
”Zaman boleh berganti, generasi boleh berganti, namun semangat menjaga budaya harus tetap menyala selamanya,” jelas Eko.
Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Racmhatuzakiyah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Festival Gabrugan.
Ia meminta seluruh kecamatan lain untuk meniru keberhasilan ajang ini guna menampilkan potensi masing-masing wilayah.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Serang, saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi luar biasa kinerja seluruh warga Padarincang yang menyelenggarakan Festival Gabrugan ini,” ujar Ratu Zakiyah.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, sekaligus menjadi energi penggerak untuk mendorong kemandirian ekonomi desa dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Serang yang bahagia.
Bupati juga menyoroti kerja keras para pelaku seni yang konsisten melatih anak-anak dan ibu-ibu hingga menghasilkan pertunjukan yang memukau.
Ia pun berterima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang turut mendukung acara ini.
”Kegiatan seperti ini harus direplikasi dan diduplikasi oleh kecamatan lain. Saya yakin setiap wilayah memiliki potensi khas yang berbeda untuk ditampilkan,” tegas Ratu Zakiyah.
Selain memperkuat persatuan dan silaturahmi, festival ini terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya meningkatkan omzet dan daya jual UMKM lokal.
Terkait masukan agar Festival Gabrugan masuk Karisma Event Nusantara (KEN), Ratu Zakiyah menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan tersebut.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Padarincang untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan.
”Kuatnya bangsa ini didasarkan pada persatuan, maka jaga terus guyub rukun dan kebersamaan demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Red/ Roy)

0 Comments