Okupansi Hotel di Kawasan Anyer-Cinangka Turun 80 Persen Selama Erupsi Gunung Anak Krakatau‎


SERANG, bantenhariini.id — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terasa nyata di sektor pariwisata Kabupaten Serang, Banten. Kawasan wisata andalan Anyer dan Cinangka sempat mengalami penurunan jumlah tamu yang sangat tajam, dengan tingkat pembatalan menginap di hotel mencapai 50 hingga 80 persen.‎‎

Kini status level III Siaga sudah turun menjadi level II Waspada, berdasarkan pemantauan di pos pemantauan Gunung Anak Krakatau.

Kawasan pantai Anyer dan Cinangka pun dinyatakan mulai aman, dan pemulihan pariwisata digenjot lewat berbagai kegiatan, termasuk Festival Anyer-Panarukan yang tetap akan dilaksanakan.‎

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, saat ditemui di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Selasa, (22/9/2026).‎‎

Ia mengakui bahwa selama masa erupsi berlangsung, banyak wisatawan yang menunda atau membatalkan kunjungan mereka ke kawasan pesisir Kabupaten Serang.‎‎

“Pasca erupsi ini kan banyak hotel kita yang wisatawannya reschedule kemarin. Okupansi hotel menurun,” ungkap Anas kepada wartawan.

Pembatalan tersebut bervariasi antarhotel, namun angkanya cukup tinggi antara 50 hingga 80 persen. Penurunan ini terjadi karena wisatawan memilih menjaga keselamatan menyusul status Siaga yang sempat diberlakukan.‎‎

Namun berdasarkan informasi resmi dari BMKG, status Gunung Anak Krakatau sudah turun dari Siaga (Level 3) menjadi Waspada (Level 2). Aktivitas erupsi pun sudah berkurang signifikan.‎‎

“Alhamdulillah ada kabar baik nih dari Anak Gunung Krakatau, informasinya dari BMKG bahwa ada penurunan status tuh dari Siaga Level 3 ke Level 2 sekarang. Alhamdulillah, dari hasil pantauan juga erupsi sudah berkurang. Artinya Anyer ini sudah mulai aman untuk dikunjungi,” tegasnya.

‎‎Ia menambahkan, secara geografis jarak dari kawah gunung ke kawasan wisata Anyer sebenarnya cukup jauh, sehingga sejak awal kawasan ini relatif aman.

Untuk memulihkan kembali kepercayaan wisatawan, Disporapar telah menyiapkan agenda kegiatan mulai dari Cleaning Beach atau melakukan pembersihan pantai agar kawasan wisata kembali bersih dan nyaman.‎‎

Ada pula kegiatan Pekan Cinangka Bahagia yang sudah digelar dan secara khusus menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kawasan pantai Anyer dan Cinangka kini sudah aman dikunjungi.

Kemudian, momen paling ditunggu adalah agenda Festival Anyer-Panarukan yang dipastikan tetap akan dilaksanakan.

Anas mengatakan, saat ini sedang dilakukan pembahasan di Jakarta untuk menetapkan tanggal dan jadwal pelaksanaan secara pasti.‎‎Persiapan sendiri sudah matang di kedua pihak antara Kabupaten Serang dan Situbondo, Jawa Timur.

“Hanya tinggal menyelaraskan waktu pelaksanaan,” ungkapnya.

Kick off Festival Anyer-Panarukan akan dimulai di Jakarta, yang akan dihadiri Bupati Serang maupun Bupati Situbondo, serta diharapkan perwakilan kementerian untuk promosi nasional.

Selanjutnya, ekspedisi awal akan dimulai dari titik nol di Mercusuar Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

‎‎Anas menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar acara satu kali. Kerja sama antara kedua daerah ini justru berlangsung selama 5 tahun, sehingga akan menjadi agenda berkelanjutan yang menyatukan ujung barat dan ujung timur Pulau Jawa.‎‎

Dengan status gunung yang sudah turun, kawasan yang sudah dibersihkan, dan kegiatan promosi yang terus berjalan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali berkunjung ke kawasan pantai Anyer dan Cinangka.‎‎

“Kami berharap ayo ke Pantai Anyer dan Cinangka, insya Allah aman. Karena juga sudah ada dari BPBD maupun instansi terkait yang sudah melakukan berbagai persiapan tentunya,” ajak Anas. (Red/ Roy)

Comments

comments


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *