Genjot Aktivasi IKD, Disdukcapil Kabupaten Serang Gandeng TNI–Polri Hingga Ormas


SERANG, bantenhariini.id — Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sedang mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Bahkan, penyaluran bantuan sosial di tahun depan akan berubah total sepenuhnya berbasis digital yakni menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Untuk mewujudkan program tersebut, Disdukcapil menggandeng seluruh elemen masyarakat termasuk TNI, Polri, ormas, hingga awak media, untuk terlibat aktif sebagai Agen Perlinsos melalui aktivasi IKD.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Poetry, menyampaikan bahwa sosialisasi agen Perlinsos telah dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor beberapa waktu lalu dengan melibatkan Polres, Kodim, Koramil, hingga unsur kecamatan maupun desa.

“Ini perintah dari pusat, disampaikan langsung oleh Kapolri, Panglima TNI, dan Kementerian terkait. Semua elemen didorong untuk terlibat menjadi Agen Perlinsos melalui aktivasi IKD, mendata warga di lingkungannya masing-masing,” jelas Warnerry, Sabtu, (10/10/2026).

Saat ini, kata dia, progres aktivasi IKD sudah mencapai 6,5 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Serang yang telah melakukan rekaman sekitar 1,3 juta jiwa.

“Ini terus berjalan. Mudah-mudahan dengan percepatan IKD ini bisa mendongkrak Agen Perlinsos. Cuma kebanyakan kita itu orang luar. Jadi, kita harus ke desa-desa supaya bisa meningkatkan cakupan IKD ini,” katanya.

Warnerry menegaskan bahwa agen Perlinsos bukan jabatan khusus, melainkan peran sukarela yang bisa diambil oleh siapa saja yang ingin membantu sesama. Mulai dari masyarakat umum, anggota TNI – Polri, PNS/ ASN, wartawan, maupun pengurus ormas dan lembaga organisasi lainnya.

“Semua boleh menjadi agen Perlinsos. Yang tergerak hatinya, yang punya empati ingin memastikan tetangganya tidak ada yang tertinggal bantuan, silakan bergabung. Sifatnya murni sukarela, tidak ada paksaan,” tegasnya.

Langkah menjadi Agen Perlinsos sangat sederhana dengan cara membuka tautan/link resmi Agen Perlinsos, lalu masukkan NIK, masukkan nomor pelanggan PLN, verifikasi wajah, klik daftar dan tunggu verifikasi dari pusat.

“Begitu sudah jadi agen, kalau di sekitar kita ada tetangga yang membutuhkan tapi belum terdaftar, tinggal masukkan datanya. Tidak ada lagi alasan prosedur berbelit atau lama,” ujar Warnerry.

Ia mengatakan, sistem ini memberi dua keunggulan penting bagi masyarakat yakni mendaftarkan warga yang membutuhkan namun belum masuk data bansos.

Selain itu, sistem ini juga mampu menyanggah jika ada nama yang dinilai tidak layak menerima bansos, agen Perlinsos bisa mengajukan penyanggahan dengan melampirkan foto dan dokumen pendukung.

“Kalau kita lihat ada yang sebenarnya mampu tapi masih dapat bantuan, kita foto rumahnya, lengkapi formulir di aplikasi, lalu kirim. Semua transparan,” jelas Warnerry.

Begitu pun perihal perubahan desil yang sering dikeluhkan warga tidak mampu. Warnerry mengatakan bahwa hal itu bisa dilakukan melalui SIKS-NG atau di kantor desa.

Ia menjelaskan, Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) adalah aplikasi resmi yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Desil itu penentuan pusat. Kita di daerah bisa memperbarui datanya lewat SIKS-NG, lalu diverifikasi bertingkat. Sabar ya, prosesnya memang sekitar tiga bulan. Kalau desil sudah diperbaiki baru bisa masuk penyanggahan di aplikasi Perlinsos,” terangnya.

Warner menyampaikan bahwa mulai tahun 2027, seluruh sistem berubah. Semua jenis bantuan seperti BPNT, PKH, KIP, bantuan tunai, dan lainnya akan terintegrasi dalam satu sistem berbasis NIK demi mencegah penerima ganda.

Pihaknya terus mengejar target pendataan Agen Perlinsos di wilayah Kabupaten Serang dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026, yang semula direncanakan September 2026.

“Kita sadar masih banyak yang belum terjangkau, terutama warga di desa-desa. Fokus kita ke depan adalah turun ke desa-desa, sosialisasi langsung agar tidak ada warga yang tertinggal informasi maupun bantuan sosialnya,” pungkasnya. (Red/ Roy)

Comments

comments


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *