75 Kopdes di Kabupaten Serang Selesai Jalani Tahap Verval, Sisanya Segera Dikebut


SERANG, bantenhariini.id — Sebanyak 75 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Serang, Banten, telah menyelesaikan tahap verifikasi dan validasi (verval) kesiapan sarana dan prasarana.

Langkah ini menjadi gerbang utama sebelum pengisian pasokan barang dari PT Agrinas Pangan Nusantara dapat dilakukan dan beroperasi untuk melayani masyarakat di tingkat desa.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang, Mohkamad Rifqi, menyampaikan bahwa selama proses verval, secara umum kondisi bangunan dan kendaraan KDMP sudah layak memenuhi standar.

“Kemarin kita sudah melakukan verval secara tidak langsung untuk bangunan sudah oke, dan kendaraan juga sudah oke atau layak,” ujarnya, ditemui di ruang kerjanya, Kawasan Puspemkab Serang, Selasa, (27/10/2026).

Selama proses verval, lanjut dia, ditemukan beberapa Kopdes yang belum melengkapi sarana prasarana sehingga perlu dilakukan perbaikan di antaranya di wilayah timur, tengah dan barat.

Contoh sarana prasarana yang belum lengkap seperti AC atau alat pendingin ruangan yang seharusnya dipasang 3 unit namun hanya dipasang 1 unit.

Pemkab Serang langsung bergerak cepat. Kekurangan tersebut dipenuhi dan diperbaiki dalam waktu satu hari, dengan pelaporan kelengkapan yang dikirimkan langsung melalui panggilan video (video call).

Setelah dinyatakan layak, laporan hasil verval akan dikirimkan ke Kementerian Koperasi, kemudian meneruskannya kepada PT Agrinas sebagai penyuplai barang.

“Saat ini kita tinggal menunggu arahan dari PT Agrinas untuk mengisi barang-barang kebutuhan sembako di Kopdes,” kata Rifqi.

Rifqi mengatakan, secara keseluruhan, Kabupaten Serang menargetkan pembangunan 147 unit Kopdes.

Progres pembangunan saat ini 124 unit sudah 100 persen selesai. Sedangkan, 23 unit masih dalam proses pembangunan, 40 unit sudah memiliki lahan namun gerai belum dibangun, dan 139 unit belum memiliki lahan.

“Dari 124 unit yang sudah selesai dibangun, 75 unit telah selesai menjalani verval. Sisanya akan menyusul setelah pembangunan benar-benar tuntas,” ungkapnya.

Adapun pola pengisian barang ke Kopdes yang diprioritaskan adalah produk dan kebutuhan sesuai potensi desa. Sementara, barang kebutuhan lainnya hadir sebagai pendukung saja.

“Artinya, keberadaan Kopdes tak hanya sekadar tempat belanja murah, tetapi juga menjadi wadah pemasaran hasil produksi warga desa itu sendiri,” jelas Rifqi.

Rifqi berharap keberadaan KDMP dapat segera beroperasi karena antusiasme masyarakat Kabupaten Serang cukup besar.

Dengan pola pengelolaan yang melibatkan potensi lokal desa, Kopdes diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi barang murah, tetapi juga penggerak roda ekonomi masyarakat dari dalam desa itu sendiri. (Red/ Roy)

Comments

comments


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *