SERANG, bantenhariini.id — Suasana di halaman Pendopo Bupati Serang terlihat berbeda hari ini. Puluhan kaum tua yang sehari-hari mengayuh becak tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan khusus untuk mereka.
Bukan pembagian unit seperti yang banyak dikira sebelumnya, melainkan pembekalan materi sekaligus praktik langsung tentang cara mengoperasikan kendaraan becak listrik yang akan menjadi milik mereka.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin, hadir langsung di lokasi dan memberikan penjelasan lengkap terkait kegiatan ini kepada awak media, Selasa, (27/10/2026).
“Ini perlu saya jelaskan, hari ini bukanlah hari pembagian becak secara langsung. Kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah penyampaian materi, baik teori maupun praktik, tentang bagaimana cara mengoperasikan becak listrik tersebut,” ujar Muhibin.
Politisi Fraksi Gerindra ini mengungkapkan bahwa bantuan becak listrik ini inisiatif langsung dan bersumber dari dana pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), bantuan ini lahir dari keprihatinan Presiden melihat kondisi para pembecak yang sudah berusia senja namun tetap harus mengayuh becak demi menafkahi keluarga.
“Bapak Presiden merasa tergerak melihat para pembecak yang usianya sudah tidak muda lagi, namun masih harus mengeluarkan tenaga mengayuh becak setiap hari. Tentu tenaga mereka tidak sekuat orang muda, padahal mereka tetap harus mencari rezeki. Maka hadirlah gagasan memberikan becak listrik, agar pekerjaan mereka menjadi lebih ringan,” tuturnya.
Muhibin mengatakan bantuan ini tidak dibagikan sembarangan. Ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap calon penerima bantuan becak listrik. Yakni usia minimal 55 tahun ke atas, dan masih aktif bekerja sebagai pembecak konvensional.
Dari usulan awal yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Serang berjumlah lebih dari 200 nama, setelah melalui proses verifikasi administrasi dan validasi yang ketat, sebanyak 190 orang dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan ini.
Satu hal penting yang ditekankan Muhibin, kehadiran dan keberhasilan mengikuti pembekalan hari ini adalah syarat mutlak. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap penerima benar-benar memahami cara menggunakan kendaraan baru mereka dengan aman dan benar.
“Siapa pun yang namanya sudah terdaftar dan lolos verifikasi, namun tidak hadir dan tidak mengikuti kegiatan penyampaian materi serta praktik hari ini, maka namanya dinyatakan gugur. Haknya untuk menerima becak listrik dicabut,” tegasnya.
Adapun materi yang disampaikan mencakup cara mengoperasikan becak listrik, cara pengisian daya baterai, perawatan dasar kendaraan, serta praktik langsung mengendarai becak listrik.
Pembekalan ini, kata dia, disampaikan langsung oleh tim dari YGSN dan PT Pindad sebagai pihak yang memproduksi unit becak listrik tersebut.
Terkait kapan ratusan unit becak listrik ini diserahkan kepada para penerima, Muhibin menjelaskan bahwa setelah pelatihan ini selesai, pihak YGSN akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kabupaten Serang untuk menentukan jadwal penyerahan yang paling tepat.
“Data calon penerima ini berasal dari usulan Pemkab Serang. Nanti YGSN yang akan berkoordinasi dengan Pemkab untuk menentukan kapan penyerahannya. Yang jelas, hari ini mereka belajar dulu, supaya saat diterima nanti sudah siap dan aman digunakan di jalan raya,” pungkasnya. (Red/ Roy)

0 Comments