SERANG, bantenhariini.id – Aktivitas erupsi gunung Anak Krakatau menyebabkan sedikitnya tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Serang, Banten, terdampak paparan abu vulkanik. Antara lain Kecamatan Anyer, Cinangka, Padarincang, Ciomas, Pabuaran, dan Baros.
Demikian disampaikan oleh Bupati Serang, Ratu Racmhatuzakiyah, saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dalam kegiatan monitoring aktivitas gunung Anak Krakatau di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu, (6/9/2026).
“Saat ini yang terdampak ada tujuh kecamatan yaitu Anyer, Cinangka, Padarincang, Ciomas, Pabuaran, dan Baros,” ungkapnya.
Tujuh kecamatan tersebut, kata Ratu Zakiyah, paling terdampak abu vulkanik dan segera akan menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring, terutama untuk jenjang SD dan SMP.
Kebijakan ini diterapkan guna melindungi siswa-siswi serta mengurangi resiko dampak dari paparan abu vulkanik.
”Insya Allah Senin (besok) saya buatkan surat edarannya untuk KBM. Selama erupsi ini masih aktif kami mohon untuk daring terlebih dahulu sampai berhentinya erupsi,” tegasnya.
Melalui BPBD Kabupaten Serang, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aktivitas erupsi gunung Anak Krakatau.
Ratu Zakiyah juga meminta seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk tetap tenang namun tidak menurunkan kewaspadaan.
Seluruh perangkat di tingkat kecamatan dan desa telah diinstruksikan untuk siap siaga dan memantau perkembangan situasi secara berkala. Masyarakat juga diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
”Jangan panik mengingat situasi hari ini banyak abu vulkanik. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat jika tidak ada hal yang mendesak untuk bepergian keluar rumah, maka sebaiknya di rumah saja,” pesan Ratu Zakiyah.
“Kalau memang harus keluar rumah, tolong gunakan masker dan kacamata karena abu vulkanik ini sangat berbahaya terutama untuk pernapasan,” sambungnya.
Sebab, jika abu vulkanik ini terhirup dan masuk ke dalam paru-paru bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan (ISPA), serta batuk, pilek dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Serang telah menerima bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan untuk didistribusikan ke wilayah terdampak. (Red/ Roy)

0 Comments