Dinkes Kabupaten Serang Waspadai Tiga Penyakit yang Sering Mengintai di Musim Kemarau


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal | Roy BHI

‎SERANG, bantenhariini.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat seiring datangnya musim kemarau.

‎Cuaca panas, udara kering, serta berkurangnya ketersediaan air bersih menjadi pemicu utama yang dapat memicu gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak dini.

‎Kepala Dinkes (Dinkes) Kabupaten Serang, dr. Efrizal, menyampaikan bahwa perubahan kondisi lingkungan saat kemarau membawa dampak nyata terhadap kualitas udara maupun air bersih.

‎”Pertama dari sisi lingkungan, debu di mana-mana beterbangan dan membuat udara menjadi kotor. Hal inilah yang menjadi pemicu utama gangguan kesehatan,” ujarnya, Selasa, (4/8/2026).

‎Ia menjelaskan, penyakit yang paling sering muncul akibat buruknya kualitas udara adalah gangguan saluran pernapasan, terutama batuk dan pilek.

‎Selain udara, kualitas air bersih juga menjadi perhatian serius. Tidak semua masyarakat memiliki sumber air yang layak konsumsi. Saat kemarau, air tanah semakin surut, terutama pada sumur yang belum memenuhi standar, sehingga kadar kotoran meningkat dan berisiko menimbulkan penyakit, terutama diare.

‎”Karena air semakin sedikit, kandungan kotorannya justru makin tinggi. Jika dikonsumsi tanpa pengolahan, maka diare menjadi penyakit yang paling sering muncul,” tegasnya.

‎Di sisi lain, kebiasaan masyarakat menampung air cadangan saat kemarau juga membawa risiko tersendiri. Air yang tertampung sembarangan berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk, sehingga kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga dapat meningkat.

‎Menyikapi hal tersebut, Dinkes Kabupaten Serang mengimbau masyarakat mengambil langkah pencegahan sederhana seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari debu dan gangguan pernapasan, serta pastikan air yang dikonsumsi berasal dari sumber yang bersih dan layak minum.

‎”Jangan abaikan hal-hal sederhana ini. Pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada pengobatan saat sakit telah datang,” pungkas Efrizal. (Red/ Roy)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *