SERANG, bantenhariini.id – DPRD Kabupaten Serang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk menyusun pola penanganan kekeringan yang bersifat berkelanjutan, bukan hanya bersifat sementara.
Langkah strategis ini dinilai krusial agar siklus kesulitan air yang berulang setiap tahun saat musim kemarau dapat terputus secara tuntas.
Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, menyampaikan usulan konkret yang telah didiskusikan bersama. Solusi tersebut terbagi menjadi dua fokus utama, yaitu pembangunan sumur dan sanitasi yang memadai, serta pembuatan waduk atau penampungan air hujan sebagai cadangan saat curah hujan turun.
“Kita berharap ada pola penanganan jangka panjang. Jangan sampai masalah ini terus berulang setiap musim kemarau. Caranya dengan membangun penampungan air dan infrastruktur sumber air yang andal,” ujar Ulum kepada wartawan, Jumat, (21/8/2026).
Dengan turunnya hujan tadi malam dalam dua hari terakhir, ia berharap musim kemarau berakhir lebih cepat dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yakni September 2026.
Namun, upaya penanganan tetap harus diprioritaskan pada wilayah yang secara alami memiliki sumber air terbatas atau payau. Daerah rawan tersebut meliputi Kecamatan Pontang, Tanara, Tirtayasa, Carenang, hingga Binuang.
Terkait dukungan anggaran, politisi Fraksi Golkar ini mengakui hal tersebut belum termuat dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan, karena saat penyusunan awal kondisi kekeringan belum terjadi.
Meski demikian, dukungan tersebut telah diplot melalui penyertaan modal bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
”Di dalam KUA-PPAS awal tercatat sekitar Rp2 Miliar, namun kami mendorong agar nilainya bisa bertambah lebih besar saat pembahasan APBD nanti. Pasalnya, wilayah utara, timur, hingga sebagian barat masih sangat membutuhkan perluasan jaringan air bersih,” jelas Ulum.
Selain dukungan modal kepada PDAM, DPRD juga mendukung langkah Pemkab Serang yang menjajaki kerja sama dengan pihak investor asal Korea, serta mengajak keterlibatan stakeholder maupun dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
Semua upaya ini diarahkan untuk mewujudkan akses air bersih yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Serang, khususnya di daerah pesisir yang kualitas air alaminya kurang baik. (Red/ Roy)

0 Comments