PA 212 Tolak Kenaikan BBM, Polisi Blokir Sejumlah Lokasi


JAKARTA – Sejumlah elemen massa akan melakukan aksi unjuk rasa di Istana Negara pada hari ini, Senin (12/8/2022). Pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas pun disiapkan.

Adapun kelompok massa yang akan menggelar demo BBM hari ini berasal dari Persatuan Alumni 212 (PA 212), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), dan eks simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR).

Seperti dilihat di akun instagram TMC Polda Metro, arus lalu lintas menuju ke Istana akan dialihkan pada pukul 10.00 WIB.

“Alih arus dilaksanakan hari Senin tanggal 12 September 2022 pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Masyarakat menuju sekitaran Istana Negara agar mencari jalan alternatif lain,” seperti dikutip, Senin (12/9/2022).

1. Arus lalu lintas dari Jalan HI menuju Jalan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Merdeka Selatan.

2. Arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju ke Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira (situasional).

3. Arus lalu lintas dari arah Jalan Hayam wuruk menuju Jalan Majapahit / Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Juanda atau Jalan Suryopranoto.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Gajah Mada dialihkan ke Jalan Tanah Abang Satu.

“Insya Allah siang ini jam 13.00 (demo dimulai),” ujar Sekretaris Majelis Syuro PA 212 Slamet Ma’rif.

Dia membenarkan seruan yang tersebar di media sosial terkait aksi bela rakyat (AKBAR) akan membawa tiga tuntutan.

“Tiga tuntutan rakyat (Tritura): Pertama, turunkan harga BBM; Kedua, Turunkan harga-harga, dan terakhir Tegakkan Supremasi Hukum,” katanya.

Diketahui, dalam seruan aksi tersebut, kegiatan unjuk rasa dilangsungkan mulai pukul 13.00 WIB. Tampak sejumlah logo dari elemen yang bergabung diperlihatkan dalam poster digital seruan aksi AKBAR.

Aksi penolakan kenaikan harga BBM sebelumnya sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Tak cuma di Jakarta, demonstrasi itu juga terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Pada Sabtu, 3 September 2022, Presiden Jokowi telah resmi menaikan harga BBM pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax non subsidi dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Sebagai kompensasi, pemerintah bakal memberikan BLT sebesar Rp600 ribu untuk enam bulan kepada 20,65 juta keluarga kurang mampu. Selain itu, Jokowi juga bakal menyalurkan bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp600 ribu untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan. []


0 Comments

Your email address will not be published.