Serap Aspirasi Warga, Wakil Ketua DPRD Serang Tampung Keluhan Infrastruktur Hingga Pencemaran Sungai Ciujung


SERANG, bantenhariini.id — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur, menyampaikan sejumlah aspirasi penting yang diserap langsung dari masyarakat pada kegiatan reses yang digelar pekan lalu.

Keluhan warga mencakup berbagai persoalan mendesak mulai dari infrastruktur dasar, kebutuhan air bersih, pengelolaan sampah, penerangan jalan yang mati, hingga pencemaran parah di Sungai Ciujung.

Salah satu aspirasi yang paling disuarakan masyarakat dari wilayah MWC Tirtayasa, Carenang, hingga Tanara adalah soal ketersediaan air bersih dan kondisi Sungai Ciujung yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.

“Ini adalah kezaliman terhadap masyarakat ketika orang sedang kekeringan air, tapi sungai kita justru menjadi tercemar,” tegas Gofur menyampaikan keluhan warga, Senin, (2/11/2026).

Politisi Fraksi PKB ini menyampaikan bahwa masyarakat merasa prihatin karena di saat mereka kesulitan mendapatkan air bersih, Sungai Ciujung yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru tercemari dan kondisinya semakin memburuk.

Oleh karenanya, masalah ini menjadi prioritas pihak legislatif yang akan didesak penanganannya oleh Pemerintah Kabupaten Serang.

Tak hanya itu, sambung Gofur, masalah penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi keluhan utama warga. Di sejumlah titik, lampu jalan sudah lama tidak menyala, namun belum ada penanganan serius.

“Sepanjang jalan Kibin–Carenang lampunya mati total. Ketika saya konfirmasi ke Pak Kadishub, nomornya tidak aktif,” ungkap dia.

Keluhan serupa juga datang dari Desa Teras, di mana beberapa titik PJU mati total. Ternyata masalah PJU ini juga dialami di dapil lain, yang diduga berkaitan dengan sistem pembayaran menggunakan token listrik.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk PLN dan Dinas Perhubungan.

Menjelang pergantian musim kemarau ke musim tanam, masyarakat juga menyampaikan kecemasan kepada pimpinan DPRD terkait ketersediaan dan pemerataan pupuk serta benih pertanian.

Warga berharap sistem pendistribusian lebih transparan dan merata, agar tidak ada yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pertanian saat musim tanam tiba.

Aspirasi ini disampaikan oleh warga se-Kecamatan Carenang, termasuk Desa Walikukun dan Desa Mekarsari.

“Masyarakat galau bagaimana sistem pembagian pupuk secara merata. Benih juga dikeluhkan, apakah sistem pembagiannya tetap seperti dulu atau menggunakan pola yang baru?” Tanya Gofur.

Gofur menjelaskan bahwa dari berbagai aspirasi yang masuk, beberapa masalah langsung disampaikan kepada Kepala Dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Sementara, sebagian lainnya akan dicatat dan dijadikan rekomendasi resmi yang dimasukkan ke dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.

“Aspirasi ini adalah suara rakyat yang harus kita perjuangkan. Tidak ada yang boleh terabaikan. Baik itu air bersih yang layak, jalan yang terang, sungai yang bersih, maupun pupuk yang sampai ke tangan petani. Semua itu hak warga Kabupaten Serang,” tandasnya. (Red/ Roy)

Comments

comments


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *