Serang, Bantenhariini.com-Beberapa guru honorer K2 SMAN 9 Kabupaten Tangerang yang dicabut SK mengajarnya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten kini sudah bisa mengajar kembali.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidan Pembinaan dan data Kepegawaian, BKD Banten, Alfian, saat ditemui di Bawaslu Banten, Selasa (26/3). Alfian mengatakan, keenam guru honorer di SMAN 9 Kabupaten Tangerang yang diberhentikan untuk mengajar sudah bisa mengajar kembali.
“Kemarin saya mendapatkan informasi dari Dinas Pendidikan Banten, mereka para guru honorer sudah bisa mengajar kembali. Walau SK mereka memang belum turun,” ungkapnnya.
Lanjut Alfian, untuk keputusaan pemberian SK, BKD Banten tidak memiliki kewenangan. “Paling kita hanya mendata para pegawai Pemprov Banten. Sisannya diserahkan ke instansi masing-masing,” jelasnnya.
Di tempat terpisah, Ketua guru honorer se-Banten, Martin Al Kosim mengaku, akan melakukan demo ke depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada 28 Maret 2019. Hal itu dilakukan jika Surat Keputusan (SK) pengangkatan kembali keenam guru honorer yang dipecat tidak diturunkan.
“Kami atas nama Honorer Provinsi Banten, setelah rapat dengan kawan-kawan se-Banten sesama honorer minta Surat Keputusan (SK) secara tertulis bahwa honorer tersebut dicabut pemecatannya, karena sampai hari ini hanya omongan saja dan diperbolehkan mengajar. Kami butuh bukti sepert SK secara tertulis sebelum tanggal 28 ini, karena kami akan aksi besar-besaran,” tegasnnya.
Lanjut Martin, jika SK itu sudah ada, maka pihaknya akan menyetop aksi pada 28 Maret, Kamis mendatang. “Jadi kami masih menunggu. Sampai SK diturunkan,” ujarnnya.
Marti juga menjelaskan, bahwa dalam aksi para guru honorer se-Banten, tidak ada pengaruhmya dengan politik. Baik pengaruh untuk paslon 01 ataupun 02, karena menurutnya itu adalah bukti solidaritas murni.
“Intinya kita lakukan ini agar teman kami tidak dipecat, ini kan jelas sudah di zolimi. Kalau memang benar-benar mereka salah, harusnya ada proses pembinaan dulu, dipanggil, bukan langsung dipecat,” tandasnnya.
Sementara itu, terkait pengakatan kembali keenam guru honorer di Kabupaten Tangerang, para pejabat Dindikbud Banten tidak ada yang bisa diwawancarai. Baik Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kabid hingga Kasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, semuannya tidak ada di ruangan hingga sore hari.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, enam orang tenaga honorer SMAN 9 Kabupaten Tangerang dicopot karena diduga tidak netral dalam pilpres, dengan mengacungkan dua jari. Selain itu, mereka juga memegang stiker pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di gedung sekolah tempat mereka mengajar yang sempat viral di Sosial Media (Sosmed).(FEB)

0 Comments