SERANG, bantenhariini.id — Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mendorong seluruh elemen masyarakat termasuk TNI, Polri, ormas, hingga wartawan, untuk terlibat aktif sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Terlebih tahun 2027 mendatang, penyaluran bantuan sosial akan berubah total sepenuhnya berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan di digitalisasi.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Poetry, menyampaikan bahwa sosialisasi agen Perlinsos telah dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor beberapa waktu lalu dengan melibatkan Polres, Kodim, Koramil, hingga unsur kecamatan maupun desa.
“Ini perintah dari pusat, disampaikan langsung oleh Kapolri, Panglima TNI, dan Kementerian terkait. Semua elemen didorong untuk terlibat menjadi Agen Perlinsos, mendata warga di lingkungannya masing-masing,” jelas Warnerry, Sabtu, (10/10/2026).
Ia menegaskan agen Perlinsos bukan jabatan khusus, melainkan peran sukarela yang bisa diambil oleh siapa saja yang ingin membantu sesama. Mulai dari masyarakat umum, anggota TNI – Polri, PNS/ ASN, wartawan, maupun pengurus ormas dan lembaga organisasi lainnya.
“Semua boleh menjadi agen Perlinsos. Yang tergerak hatinya, yang punya empati ingin memastikan tetangganya tidak ada yang tertinggal bantuan, silakan bergabung. Sifatnya murni sukarela, tidak ada paksaan,” tegas Warnerry.
Langkah menjadi Agen Perlinsos sangat sederhana dengan cara membuka tautan/link resmi Agen Perlinsos, lalu masukkan NIK, masukkan nomor pelanggan PLN, verifikasi wajah, klik daftar dan tunggu verifikasi dari pusat.
“Begitu sudah jadi agen, kalau di sekitar kita ada tetangga yang membutuhkan tapi belum terdaftar, tinggal masukkan datanya. Tidak ada lagi alasan prosedur berbelit atau lama,” ujarnya.
Sistem ini juga memberi dua keunggulan penting bagi masyarakat yakni mendaftarkan warga yang membutuhkan tapi belum masuk data bansos.
Kemudian, menyanggah jika ada nama yang dinilai tidak layak menerima bansos, agen Perlinsos bisa mengajukan penyanggahan dengan melampirkan foto dan dokumen pendukung.
“Kalau kita lihat ada yang sebenarnya mampu tapi masih dapat bantuan, kita foto rumahnya, lengkapi formulir di aplikasi, lalu kirim. Semua transparan,” jelas Warnerry.
Banyak warga mengeluhkan desil kemiskinan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Warnerry mengatakan bahwa hal itu bisa dilakukan melaluSIKS-NHlG atau di kantor desa.
Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) adalah aplikasi resmi yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Desil itu penentuan pusat. Kita di daerah bisa memperbarui datanya lewat SIKS-NG, lalu diverifikasi bertingkat. Sabar ya, prosesnya memang sekitar tiga bulan. Kalau desil sudah diperbaiki baru bisa masuk penyanggahan di aplikasi Perlinsos,” ungkapnya.
Warner menyampaikan bahwa mulai tahun 2027, seluruh sistem berubah. Semua jenis bantuan seperti BPNT, PKH, KIP, bantuan tunai, dan lainnya akan terintegrasi dalam satu sistem berbasis NIK demi mencegah penerima ganda.
Pihaknya terus mengejar target pendataan Agen Perlinsos di wilayah Kabupaten Serang dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026, yang semula direncanakan September 2026.
“Kita sadar masih banyak yang belum terjangkau, terutama warga di desa-desa. Fokus kita ke depan adalah turun ke desa-desa, sosialisasi langsung agar tidak ada warga yang tertinggal informasi maupun bantuan sosialnya,” pungkasnya. (Red/ Roy)

0 Comments