SERANG, bantenhariini.id — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang resmi membuka program beasiswa khusus anak petani untuk menempuh pendidikan sekaligus pelatihan langsung ke Jepang.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang dipimpin Menteri Yandri Susanto, bersama Presiden Direktur Exceed Cooperative Jepang, Watanabe Daisuke dan Harada Tsubasa.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, menyampaikan bahwa program ini berbeda dengan program magang biasa yang banyak dikenal masyarakat.
“Kalau magang, peserta hanya bekerja dengan kontrak 6 bulan hingga 2 tahun, dan yang didapatkan hanya gaji. Tapi kalau beasiswa ini, peserta diberi kemudahan untuk bersekolah di Jepang selama dua tahun,” jelas Suhardjo, Senin, (5/10/2026).
Selama masa pendidikan berlangsung, peserta akan menerima penghasilan sebesar Rp17.800.000 per bulan, untuk menutupi biaya hidup di Negeri Sakura.
Setelah lulus, peserta memiliki ikatan dinas bekerja di perusahaan Jepang dengan keterampilan yang sudah disesuaikan standar industri pertanian negara tersebut. Kontrak kerja selama 5 tahun, dengan upah minimal Rp30.000.000 per bulan.
Setelah itu, peserta diharapkan pulang ke Indonesia dan mengembangkan potensi pertanian di desa asal masing-masing dengan bekal ilmu, pengalaman, serta modal yang dimiliki.
“Jadi harapan kami semangat petani milenial yuk manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Suhardjo.
Suhardjo mengatakan, program ini terbuka bagi pemuda dan petani milenial dengan syarat pendidikan minimal SMA/SMK, usia maksimal 26 tahun, dan mendaftar secara daring (online).
Bagi yang berminat, DKPP Kabupaten Serang menyediakan akses pendaftaran secara langsung di kantor dinas dengan fasilitas aula dan Wi-Fi untuk membantu mengisi formulir pendaftaran.
Setelah mengisi data, peserta akan diberikan kode khusus untuk melancarkan proses seleksi.Pendaftaran melalui DKPP difokuskan pada sektor pertanian, namun tersedia juga jalur lain di instansi terkait untuk bidang industri dan pariwisata.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar melalui DKPP Kabupaten Serang baru mencapai sekitar 15 orang, padahal kuota yang disediakan sangat luas hingga 3.000 peserta.
Suhardjo mendorong masyarakat Kabupaten Serang agar segera memanfaatkan peluang ini. Ia juga menyoroti fakta bahwa jumlah petani milenial di wilayahnya masih sangat minim.
Dari total 2.177 Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kabupaten Serang, hanya 22 kelompok atau sekitar 1 persen yang baru dikelola oleh generasi milenial.
“Kami sangat membutuhkan tenaga-tenaga terdidik yang kembali membawa ilmu pengelolaan pertanian modern dari Jepang. Yuk, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ajak Suhardjo. (Red/ Roy)

0 Comments