TANGERANG, bantenharini.com – Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mempertanyakan keberanian partai politik (parpol) dalam mengusung kadernya untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah. Ray menilai parpol masih pragmatis dalam mengusung kadernya karena banyak berharap ingin digandeng incumbent.
Karena itu, ia mengatakan, percuma adanya pilkada bila sejumlah partai tidak berani mengusung kadernya. Selain itu anggaran yang dialokasikan juga mubazir. Lebih baik tidak ada pilkada saja. “Jadi mana tanggungjawab moral parpol itu?” katanya, kepada bantenhariini.com, Senin (21/8/2017).
Ia menegaskan, seharusnya parpol yang utama memberikan pembelajaran demokrasi kepada masyarakat. Diantaranya dengan mengusung sejumlah kadernya untuk maju menjadi bakal calon bupati atau calon walikota. Sehingga masyarakat mendapat kesempatan menentukan pilihannya yang berbeda itu.
Menurutnya, bila sejumlah kader parpol ingin digandeng incumbent akibatnya terjadi calon tunggal. Karena semua ramai-ramai merapat ke incumbent yang diyakini menang. Dengan calon tunggal, berarti adanya kegagalan kaderisasi oleh parpol. Demokrasi juga mati karena khalayak umum tidak bisa menentukan pilihan sesuai harapannya.
Ray mengakui fenomena calon tunggal bisa saja terjadi di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang yang akan menggelar pilkada 2018. Dari pengamatannya banyak kader parpol yang diusung ingin digandeng incumbent. Untuk di Kabupaten Tangerang incumbent nyaris tidak ada pesaing. Sementara di Kota Tangerang masih lebih baik kondisinya. Kendati belakangan sejumlah kader parpol yang mendaftar sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota juga ingin digandeng incumbent.
Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDI Perjuangan Kota Tangerang Ananta Wahana mengatakan, pihaknya tidak mau mengatakan adanya calon tunggal nanti bahwa parpol telah gagal melakukan kaderisasi kadernya. Sebab PDI Perjuangan dalam mengusung bakal calon dilakukan dengan tahapan-tahapan. “Jadi ada prosesnya,” katanya.
Ia mengatakan, bakal calon walikota dan wakil walikota Tangerang 2018-2023 yang dilakukan penjaringan oleh PDI Perjuangan akan diumumkan DPP. Saat ini prosesnya tes dan psikotes peserta penjaringan. Selanjutnya dilakukan survey kepada mereka.
Sementara, Ketua DPC PPP Kota Tangerang Yati Rochayati mengatakan, partainya merekomendasikan ke DPP incumbent Arief R Wismansyah sebagai bakal calon Walikota Tangerang 2018-2023 karena sudah berdasarkan hasil Mukercab DPC. Dia (Arief-red) itu surveynya paling tinggi dan hasil mukercab juga. “Kami lakukan ini berdasarkan mekanisme bukan ikut-ikutan,” katanya.
Sedangkan kader internal yakni Iskandar Dzulkarnaen direkomendasikan sebagai bakal calon Wakil Walikota Tangerang. Selain itu PPP juga merekomendasikan Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Sachrudin sebagai bakal calon Wakil Walikota Tangerang. Namun keputusuan memilih bakal calon wakil walikota ada pada Arief R Wismansyah. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments