Baru 50 Persen Bank Sampah yang Aktif di Tangsel


TANGSEL, bantenhariini.com – Dari 200 bank sampah yang ada di Tangsel baru 50 persen yang aktif. Keaktifan mereka dilihat dari laporan setiap bulan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Bank sampah di Tangsel dibentuk 2013 lalu yang berada di tujuh kecamatan. Sejak terbentuk keberadaan bank sampah tersebut sudah memiliki aset tabungan. Bila dinominalkan angkanya mencapai Rp 1,7 miliar.

Kepala Bidang Persampahan DLH Tangsel Yepi Suherman mengatakan, Rp 1,7 miliar itu diakumulasikan baru dari 100 bank sampah. Artinya dari bank sampah yang aktif saja. “Dibentuknya bank sampah juga untuk mendukung Tangsel meraih adipura,” katanya, Selasa (22/8/2017).

Ia menjelaskan, bahwa bank sampah yang ada ini mampu melakukan pemilahan sampah yang tepat. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang hanya sampah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali. Sementara yang bernilai ekonomis sudah diolah di lokasi bank sampah.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta DLH bisa mengoptimalkan peran bank sampah. Sehingga Tangsel bisa meraih adipura di tahun depan. Dirinya akan melakukan evaluasi kegagalan Tangsel meraih adipura. “Kita belum berhasil meraih piala adipura, piagam pun belum kita dapat. Kita ingin bank sampah membantu pemkot untuk meraih itu,” katanya saat di hadapan sekitar 150 pengurus bank sampah yang hadir di balaikota Tangsel.

Airin juga mendapat masukan soal pengelolaan sampah dari sejumlah pengurus bank sampah. Airin bahkan akan melihat langsung proses produksi dari bank sampah ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST). Selanjutnya Pemkot Tangsel bakal memberikan insentif bagi pengurus bank sampah. (Uchie/Setia)

Editor: Wayang

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *