Luncurkan Pasar Kampoeng Markisa, Pemkot Tangerang Perbanyak Kampung Wisata


TANGERANG, bantenhariini.com – Kota Tangerang memiliki destinasi wisata baru, setelah sebelumnya ada Kampung Bekelir, Kampung Grenpul, Kampung Batik, disusul kemudian Kampung Piala Dunia, kini giliran Kampoeng Markisa yang menawarkan wisata edukasi yang menyenangkan bagi warga Kota Tangerang dan sekitarnya. “Di sini ada kuliner, ada juga kerajinan masyarakat, dan pengunjung juga bisa belanja tanaman hidroponik,” ujar Walikota Tangerang H. Arief R Wismansyah saat meluncurkan Pasar Kampoeng Markisa dan Kampung Asian Games 2018, di Kelurahan Pasar Baru, Karawaci, Sabtu (21/07).

Kampoeng Markisa menawarkan destinasi wisata edukasi yang lumayan lengkap, selain ada wisata kuliner khas Kampoeng Markisa seperti Miredagi (Mie Rebus Dan Ginseng) wisatawan juga bisa melihat berbagai mural dan rumah warga yang bercat warna-warni yang tentunya sangat instragramable. Pengunjung juga bisa belanja miniatur landmark Kota Tangerang mulai dari Jam Gede Jasa dan Jembatan Berendeng yang dibuat oleh warga Kampoeng Markisa. “Inikan lokasinya dekat dengan destinasi wisata lain di Kota Tangerang seperti Jembatan Berendeng dan Kali Cisadane. Jadi nanti habis dari sana bisa jalan-jalan ke sini juga, beli tanaman hidroponik di Kampoeng Markisa,” tutur Walikota.

Kampoeng Markisa juga mencoba membawa atmosfer Asian Games 2018 karena Indonesia menjadi tuan rumahnya. Tak heran bila banyak mural yang merepresentasikan semangat Asian Games. Bahkan rumah warga pun banyak yang berhiaskan pernak-pernik Asian Games. “Jadi ini luar biasa semangat masyarakat ikut menyemangati Indonesia yang menjadì tuan rumah Asian Games setelah 50 tahun,” ujar Walikota.

Terkait pelaksanaan Asian Games 2018 yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang, Walikota juga siap memanfaatkan momentum tersebut untuk mengoptimalkan kunjungan wisata ke Kota Tangerang. “Sebenarnya Kota Tangerang menjadi destinasi pertama Asia Games karena semua delegasi turun di Bandara Soekarno Hatta. Makanya nanti kita akan siapkan bus-bus shutle untuk mengantarkan atlet dari berbagai negara tersebut untuk berkunjung ke destinasi wisata di Kota Tangerang,” sambungnya.

Usaha Pemerintah Kota (Pemkot) dalam membangun kemandirian warga tersebut kini dinilai mulai menampakkan hasil. Terbukti dari mulai munculnya berbagai kelompok masyarakat yang dengan sukarela dan bersama-sama secara mandiri menata lingkungannya agar lebih bersih dan sehat.

Bahkan beberapa diantaranya telah berubah dari lingkungan yang semula kumuh dan rentan banjir menjadi sebuah kawasan permukiman yang tidak hanya sehat dan bersih namun juga menarik untuk dikunjungi, sehingga tidak mengherankan bila kampung-kampung sehat tersebut kini juga telah bertransformasi menjadi sebuah kampung wisata yang menawarkan berbagai keunikan. Semuanya itu berawal dari program Kampung PHBS, Program pemkot Tangerang yang bertujuan untuk memacu kemandirian masyarakat dalam mewujudkan permukiman yang lebih bersih dan sehat, dari program tersebut kemudian munculah berbagai inovasi dari warga yang secara sukarela memperindah kampung tempat tinggalnya menjadi lebih menarik.

Dimulai dari Kampung Bekelir di Babakan yang menjelma sebagai permukinan unik dengan warna-warni cat yang menghias rumah dan juga berbagai mural unik yang menjadi destinasi wisata baru di Kota Tangerang. Kemudian Kampung Batik di Larangan yang menjadikan batik sebagai identitas utama. Selanjutnya ada kampung Piala Dunia yang ada di Kampung Dumpit Jatiuwung yang menyajikan mural dan rumah warga bercat warna-warni dengan tema Piala Dunia. Belum lagi Kampung Grenpul di Gerendeng yang terkenal akan penghijauannya.

Kini giliran warga RT 01 RW 02 Kelurahan Pasar Baru yang secara sukarela mengubah kampung mereka. Lokasi ini dulunya terlihat kumuh dan banjir menjadi sebuah permukinan yang menawarkan pengalaman wisata penuh edukasi dan menyenangkan bagi masyarakat yang berkunjung. Selain berbagai mural dan cat warna-warni yang menghias rumah dan jalanan, Kampoeng Markisa juga menawarkan suasana permukiman yang sejuk oleh berbagai tanaman yang ditanam dengan memanfaatkan berbagai barang bekas yang ada. Bahkan warga juga telah membangun taman secara mandiri dengan memanfaatkan lahan yang dulunya rawa, disulap menjadi taman bermain dan tambak ikan yang bisa menambah pendapatan mereka.

Walikota mengaku terkesan dengan semangat masyarakat Kampoeng Markisa yang telah bergotong royong menyulap dan mempercantik permukimannya yang dulunya kumuh menjadi kampung wisata. “Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi buat kampung-kampung yang lain. Sehingga kampung-kampung yang lain kehidupannya bisa lebih tertata, lebih sehat dan lebih bersih dan kehidupan sosialnya lebih meningkat,” tutur Walikota.

Walikota juga berharap keberadaan Kampoeng Markisa bisa meningkatkan kesejahteraan warga masyarakatnya. “Saya berharap nanti juga punya produk unggulan dan kalau bisa dibikin oleh-oleh khas Kampoeng Markisa,” pesan Walikota. Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga berharap keseriusan dari Pemprov Banten untuk mengembangkan berbagai destinasi wisata di Kota Akhlakul Karimah. “Mohon dukungan Pemprov Banten untuk programnya,” kata Walikota.

Pada kesempatan itu , Walikota juga memaparkan program kegiatan pariwisata tahunan di Kota Tangerang dengan tajuk Festival Cisadane, di mana dalam pelaksanaannya membutuhkan integrasi dan sinergitas semua pihak . “Pada tanggal 25 Agustus mendatang kita akan menggelar Festival Sungai Cisadane, Semoga apa yang kita lakukan  dalam menggali kearifan lokal untuk menjadi destinasi wisata di Kota Tangerang bisa menginspirasi semua pihak untuk memajukan kota,” pungkasnya.

Kepala Disbudpar Rina Hernaningsih menjelaskan, kini Culinary Night akan diperbanyak di kampung-kampung wisata. Penggelaran Culinary Night di Kampung Wisata yang pertama sudah dilaksanakan di Grendeng Pulo Kelurahan Gerendeng dengan jumlah pengunjung 10.000 orang. “Efek dari kegiatan Culinary Night bukan hanya pada sisi promosi wisata saja, tetapi juga bisa mengangkat perekonomian warga setempat dengan menjajakan makanan-makanan khasnya,” ungkap Rina.

Rina berharap, pengunjung harus tetap memperhatikan kebersihan di mana pun Culinary Night diadakan, apalagi kalau di tempat wisata. “Yang membuat wisatawan nyaman biasanya kebersihannya, maka dari itu kita harus sama-sama menjaga kebersihan apalagi Kampoeng Markisa adalah kampung yang diprogramkan sebagai Kampung  PHBS,” pesan Rina.

Lurah Pasar Baru Yudi Pradana juga menjelaskan, Kampoeng Markisa merupakan pengembangan dari lokasi PHBS yang disulap jadi kampung wisata. Sejak bulan April lalu, pengunjungnya semakin meningkat dan menjadi percontohan bagi daerah lain. “Kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Genpi Kota Tangerang untuk mengembangkan lokasi wisata tematik dan pasar destinasi digital,” kata Yudi.

Sementara Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Kota Tangerang Korry El Yana mengatakan, pada setiap kegiatan Disbudpar Genpi selalu ikut terlibat. “Ini bukti bahwa kami memang komunitas yang mencintai pariwisata khususnya di Kota Tangerang,” ujarnya.

Pasar Kampoeng Markisa merupakan pasar destinasi digital ke dua yang digagas oleh Genpi Kota Tangerang. Sebelumnya, mereka juga sukses menggelar Pasar Kampung Bekelir. Yang unik dari pasar ini, pedagang dan pembeli menggunakan alat tukar khusus yang hanya digunakan di pasar tersebut. Pasar ini akan digelar setiap minggu dan diisi beragam atraksi dari komunitas di Kota Tangerang. (ADV)

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *