
SERANG, bantenhariini.id – Banyaknya kendaraan besar di wilayah Banten membuat Badan SAR Nasional Provinsi Banten perlu memberikan pelatihan kepada potensi SAR tentang upaya pertolongan pertama pada kecelakaan kendaraan.
“Wilayah Banten ini rawan dengan penggunaan kendaraan berat dan besar, baik di jalur Utara ataupun jalur Selatan, sehingga kita laksanakan kegiatan ini agar menjadi skala prioritas untuk menangani manakala ada kecelakaan di jalan raya,” kata Kepala Basarnas Banten, M. Zainal Arifin di Posko E&C Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (4/9/2019).
Lebih lanjut ia menuturkan, dalam pelaksanaan pelatihan tersebut ada dua materi pokok yang dipaparkan kepada para peserta guna mengetahui tindakan utama yang harus dilakukan saat menghampiri kejadian lakalantas dijalanan.
Pertama yang harus dilakukan tentang pertolongan medis pada saat kecelakaan korban dan selanjutnya tentang penanganan korban kecelakaan yang terjepit di dalam kendaraan.
“Orang yang terjebak saat kecelakaan atau tabrakan dan terjebak di dalam dan tidak bisa keluar, kita menggunakan alat khusus untuk memotong bagian dari kendaraan itu sendiri untuk mengeluarkan korban,” jelasnya.
Diketahui, dalam pelaksanaan pelatihan potensi SAR tersebut dilibatkan beberapa unsur yang betul-betul harus memahami tindakan yang dilakukan saat melakukan penanganan.
“Hampir semua Lantas di Polda Banten ada, dari Dinas Perhubungan kemudian dari unsur potensi lainnya, BPBD dan TNI kita libatkan, intinya untuk pengetahuan bagi instansi yang bersentuhan langsung di jalan,” tukasnya.
Sementara itu, Noval Ali perwakilan PMI Kabupaten Serang, mengatakan, kegiatan tersebut bagus untuk diikuti, sebab ada ilmu dasar yang harus dilakukan saat menjumpai kejadian yang tidak diinginkan di jalan raya.
“Kegiatan ini bagus sekali apalagi ketika dijalanan dan ini sangat bermanfaat sekali, biasanya masyarakat itu ketika terjadi lakalantas atau kejadian yang tidak diinginkan masyarakat yang ribut sendiri tapi tanpa mengetahui ilmu dasar pertolongan pertama, nah ketika kita mengikuti kegiatan ini setidaknya ada sedikit ilmu dasar ketika kita menghadapi kejadian tersebut,” tandasnya. (DA)

0 Comments