SERANG, bantenhariini.com – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerok (Gerakan Empat Oktober) dan Organisasi Banten Bersih menilai Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy tidak menepati janji-janji politik untuk masyarakat.
Karena masih banyak persoalan yang terdapat di Provinsi Banten, hingga korupsi pun tak bisa dicegah. Humas Organisai Getok, Ridwan Anggara mengatakan, diumur Provinsi Banten ke-18, tidak ada perubahan yang dirasakan. Mulai dari tata kelola Pemerintahan yang kurang baik, peningkatkan kualitas infrastruktur, pemerataan pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan dan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. “Semuanya masih jauh dari harapan. Bahkan masih banyak masyarakat Banten menjadi pengangguran,” ungkap Ridawa saat melakukan aksi di depan gedung DPRD Banten, Kamis (04/10).
Ditempat berbeda, Koordinator Banten Bersih, Gufroni menambahkan, hari ini Provinsi Banten berusia 18 tahun, dengan segudang permasalahan. Banyak harapan masyarakat yang terbebas dari kemelaratan akibat kesenjangan Sosial Ekonomi, tapi pada kenyataannya tak ada perubahan. “Saya kira, Banten masih pada persoalan yang sama. Yaitu, kemiskinan, buruknya kesehatan, pendidikan yang rendah, feodalisme para pejabatnya hingga makin menguatnya dinasti di Banten,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Tidak hanya itu, masih kata Gufroni, persoalan korupsi di Banten masih menjadi perhatian serius. Karena Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) masih menempatkan anggotannya di Banten, untuk mengawasi kinerja para pejabat baik dalam rangka pencegahan maupun penindakan. “Perhatian utama mereka Pemprov Banten. Karena menurut data menunjukkan korupsi di Banten masih tetap marak terjadi, dan pelakunya bukan hanya pejabat tapi juga sampai melibatkan Kepala Desa. Inilah yang belum mampu terselesaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yang berkerja secara transparan,” jelasnya.
Maka itu, Gufroni mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mewujudkan Banten bersih dari segala macam praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang sudah kadung mengakar. “Banten harus bangkit. Sudah saatnya Banten bebas dari kemisikinan dan keterbelakangan,” tegasnya. (FEB).

0 Comments