
TANGERANG,bantenhariini.com – Demo ratusan buruh di Gedung Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, sempat menuai simpati publik, Selasa (7/11/2017). Itu karena di sela-sela demo buruh yang berasal dari KASBI, Kabut Bergerak dan SPSI itu sempat melakukan doa bersama untuk korban kebakaran pabrik Kembang Api beberapa pekan lalu. Demo pun berubah suasana hening dan khidmat. Akhirnya aksi doa bersama kaum buruh juga diikuti aparat yang sedang pengamanan demo dan juga pengunjung gedung Disnaker.
“Ada 49 buruh yang mati di antaranya terpanggang di sana saat terjadi kebakaran. Mari kita berdoa semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT,” kata Maman Nuriman, Koordinator Aksi dari Kabut Bergerak.
Ia mengharapkan kejadian itu tidak terulang lagi. Selanjutnya pemerintah juga perlu serius mengawasi perusahaan supaya tidak terjadi pelanggaran.
Sementara pihaknya tetap konsisten memperjuangkan hak buruh. Seperti soal upah minimun kota (UMK)dan upah minimum sektoral kota (UMSK) sesuai kebutuhan. Tuntutan lainnya menolak sistem pemagangan, cabut Permenaker nomor 36 Tahun 2016, dan cabut Perwal nomor 02 Tahun 2017.
Sementara sampai Selasa, (7/11/2017) sore, pembahasan UMSK Kota Tangerang berhasil menemui titik temu antara Apindo dan serikat pekerja.
Sekretaris Jenderal DPC K-SPSI Kota Tangerang
Dedi Sudrajat mengatakan, bahwa kenaikan UMSK Kota Tangerang tahun 2018 sama dengan tahu lalu. Adapun kenaikan itu untuk sektoral 1 sebesar 15 persen, sektoral 2 naik 10 persen, sektoral 3 naik 5 persen, sektoral 4 naik 3,1 persen. “Sementara sektoral 5 berdasarkan kesepakatan,” katanya, kepada bantenhariini.com.
Dedi mengungkapkan, hasil pembahasan UMSK ini selanjutnya dilaporkan ke walikota yang selanjutnya akan ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim. (setia)

0 Comments