TANGSEL, bantenhariini.id – Infrastruktur literasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai belum memadai dan layak sebagai kota pintar. “Dari sekitar 60 TBM, hanya beberapa yang sudah dikelola dengan baik. Yang lain belum menjadi perhatian. Padahal pendidikan merupakan kunci agar kita keluar dari kemiskinan,” ungkap Calon Wakil Wali Kota
Tangerang Selatan Rahayu Saraswati saat diskusi bersama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Ruang Kreasi, Alam Sutera, Rabu (28/10). Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno dan pegiat literasi Maman Suherman.
Menurut Saras, TBM dapat menjadi alternatif pendidikan informal, sekaligus meningkatkan kompetensi guru dan pembinanya. TBM juga dapat membantu warga yang ingin melakukan paket belajar untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Kami akan memasang sekitar 5 ribu titik wifi untuk mempermudah masyarakat belajar dan saling terhubung,” ujar Saras.
Wilayah yang menjadi fokus Saras dalam program ini adalah Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, dan Setu. Saras berharap, tidak ada lagi masyarakat Tangerang Selatan yang mengalami ketimpangan dalam sistem pendidikan. “Semuanya harus ikut berjuang, termasuk anak mudanya,” kata Saras.
Program Saras jika terpilih dalam Pilkada Tangsel 9 Desember 2020 tersebut didukung penuh Rano Karno. Menurut Rano, seharusnya masyarakat lebih mudah dalam belajar terutama saat pandemi. “Sejak saya jadi Wakil Bupati Tangerang masalahnya selalu sama, sedikit lemah dalam antisipasi. Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Rano. (Sukanda)

0 Comments