PT Adikara Purtra Cikande, Kontraktor Pembangunan Jalan Nyapah-Cilembu Didemo Warga


SERANG – PT Adikara Purtra Cikande, kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jalan Nyapah-Cilembu sepanjang 2,6 Km, mendapat demo dari sejumlah warga setempat.

Aksi demo ini dilakukan oleh warga sekitar proyek yang merasa keberatan terhadap aktivitas konstruksi yang sedang berlangsung.

Dalam aksi demo tersebut, puluhan warga menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap proyek tersebut. Mereka menuntut klarifikasi dan solusi dari pihak kontraktor karena lahan mereka tidak dibebeask. Mereka juga memprotes kontraktoe telah menempatkan bahan konstruksi dan alat-alat berat tanpa pemberitahuan kepada warga.

Selain itu, proyek tersebut belum menemukan titik temu terkait ganti rugi, bahkan pihak kontraktor menyatakan kepada warga mereka tidak mengambil tanah warga tetapi hanya menitipkan pondasi diatas tanah warga.

“Kami tidak mengambil tanah bapak, kami hanya menitip pondasi di tanah bapak (Menirukan pernyataan kontraktor), lah ini bagaimana ceritanya. kami sikapi itu tidak ada kejelasan hukum,” kata Alaya uriyana kepada wartawan, Rabu (8/5).

“Kalau ganti rugi, ganti rugi, kalau hibah bagaimana bentuknya,” katanya.

Pihaknya menginginkan proyek tersebut tidak dilanjutkan, karena belum ada kejelasan hukum.

“Proyek ini jangan dilanjutkan dulu sebelum ada kejelasan hukum,” katanya.

Lanjutnya, tanah warga yang terdampak sepanjang 2,5 meter dari badan jalan yang sudah ada. Kata dia, panjang jalan yang terdampak proyek sepanjang 2,5 Km.

Sementara itu, Perwakilan Kontraktor PT. Adikarya Putra Cisadane Didi mengatakan bahwa yang dipersoalkan warga adalah ada sedikit tanah warga yang digunakan pada proyek tersebut.

Kata dia, jika ada pagar rumah warga yang menjorok ke badan jalan maka pihaknya tidak akan memaksakan untuk melakukan pembangunan tersebut.

“Kalau ada pagar warga yang menjorok ke depan maka kami tidak akan memaksakan,” ujarnya.

“Untuk SPK 0 sampai 350 ini, harus sedikit memakan lahan warga ya itu mungkin yang menjadi masalah,” sambungnya.

Lanjutnya, jauh sebelum pengerjaan proyek tersebut pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga termasuk Ketua RT dan RW.

“Kami sudah melaksanakan sosialisasi jauh sebelum pekerjaan dimulai RT,RW,” katanya.

Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUPR) telah mengalokasikan dana 18, 9 Miliar untuk pekeejaan jalan sepanjang 2,4 KM tersebut.


0 Comments

Your email address will not be published.

Slot gacor terbaru Slot gacor hari ini Link slot gacor