TANGERANG, bantenhariini.id – “Lu mau nggak jadi bini gue? Daripada gak laku,” cerita Engkoh Asan, mengenang wanita-wanita yang diajaknya menikah. Saat ditemui di Ketapang Poncol, Kelurahan Petir, Cipondoh, Kota Tangerang, pria yang akrab disapa Masan Besok ini masih terlihat trendi dengan gayanya duduk bersila seperti anak muda. Siapa sangka, pria berusia 100 tahun ini sudah pernah menikahi 94 wanita.
Kini hidup Engkoh Asan tidak sejaya dulu saat ia bekerja di kapal. Namun saat muda, para wanita mengenal sosok Asan yang perlente dengan baju yang mahal, barang mewah serta sosoknya yang rupawan sehingga. Tidak sedikit wanita yang ingin menjadi istrinya. Asan memiliki motivasi ingin menjayakan perempuan baik yang janda maupun yang masih muda. Ada juga istrinya yang penyandang disabilitas tuli bisu, bahkan hingga mempunyai penyakit kulit.
Semua wanita yang dinikahi oleh Asan diminta menjalankan usaha jahit, dibuatkan rumah, dan diberi modal sesuai keterampilan. “Yang rumahnya reyot, yang nggak makan pagi sore, engkoh nikahin semua,” kata Asan, saat ditemui Kamis, (9/1/2020).
Sebagai pelaut, Asan kerap hanya pulang seminggu sekali. Namun di tahun 1965, Asan terbilang kaya raya karena punya gaji Rp1,5 Juta perbulan. Orang tua perempuan tidak menolak saat Asan meminta untuk menikahi karena punya uang banyak.
Saking banyaknya istri yang sudah dinikahi, Engkoh Asan sudah tidak ingat muka dan nama dari istri-istrinya. Sebagian besar sudah meninggal dan cerai karena kebutuhannya kurang terpenuhi. “Tapi selama berumah tanggasemua rukun. “Tidak ada ribut, semua akur, yang penting dikasih makan,” ujar Asan.
Asan mengaku semua istri yang masih hidup masih sering datang saat lebaran, hingga rumahnya penuh dengan cucu dan istri. Engkoh mengungkapkan jika menikahan banyak perempuan yang kurang ekonomi hanya untuk membuat bahagia. “Semua orang ingin bahagia, jadi ya apa salahnya membuat bahagia,” ungkapnya.
Menurut Asan, tujuan utamanya adalah ingin membantu orang yang kesusahan. Wanita yang hidupnya kesepian akan mendapatkan hal positif agar punya kesejahteraan di masa depan. Asan terakhir kali menikah pada tahun 2004 dan sudah dikaruniai 12 anak. Kini Asan hidup ditemani Masuroh, istri dari pernikahannya yang ke 25. Asan menghabiskan hari tuanya dengan aktifitas berjualan nasi uduk. (Farida / Devi / Sukanda)

0 Comments