SERANG, bantenhariini.com – Dalam memperingati Hari Agraria, Mahasiswa Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar diskusi bersama, di aula kampus, Senin(24/9).
Tujuan digelarnya diskusi tersebut, adalah untuk melihat kondisi lahan pertanian di Indonesia yang mulai hilang. Bahkan masih banyak polemik, dalam perebutan lahan tani di wilayah Banten.
Presiden Mahasiswa Unsera Kota Serang, Aldi mengatakan, bahwa hampir mencapai 700 Hektar lahan tani digusur untuk kepentingan pribadi, tanpa memikirkan nasib petani.
“Oleh karena itu, kita harus mulai bergerak. Karena saya khawatir masyarakat di Banten maupun Indonesia tidak bisa bercocok tanam lagi,” ungkap Aldi seusai diskusi.
Aldi juga mengaku, diskusi pada kali ini adalah tahap awal, sebelum dilakukannya aksi bersama dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya.
“Makannya saya mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk memberikan kontribusi terhadap daerah yang memiliki potensi Agraria terbesar di Kota dan Kabupaten yang ada di Provinsi Banten. Agar nasib petani bisa dipertahankan,” jelasnya.
Sementara itu, Narasumber Diskusi, Imam Tantowi menegaskan, jika hari ini mahasiswa unsera berbicara tentang Agraria kedaerahan, kedepan harus lebih dari diskusi. Karena sekarang bukan lagi berbicara pada wilayah diskusi, perlu turun ke jalan.
“Saya kira, kalau diskusi tidak efek jera yang bisa diberikan kepada Pemda setempat, bahkan nasib petani pun tak akan tertolong. Makannya kita harus cepat turun ke jalan,” tegasnya.
Lanjut Imam, dalam menyelesaikan permasalahan lahan pertanian, mahasiswa harus seriusa dalam mengawalnya. Sehingga tidak ada lagi lahan pertanian yang tergusur, untuk kepentingan pribadi.
“Saya pun akan ikut turun ke jalan, dalam membantu mahasiswa Unsera mengawal lahan pertanian di Banten. Asalkan serius dan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan petani,” tandanya. (FEB).

0 Comments