Perangi Terorisme, Kesultanan Banten Nyatakan Sikap Tidak Takut


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180516-WA0189_1_1.jpg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180516-WA0189_1_1.jpgSERANG, bantenhariini.com – Peristiwa bom yang terjadi di Surabaya Jawa Timur dan terbaru di Mapolda Riau,memunculkan keprihatian seluruh warga Indonesia. Akhirnya gerakan tagar ‘kami tidak takut’ pun mulai merebak dari berbagai penjuru Tanah Air. Tidak terkecuali Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten yang menyatakan sikap melawan terorisme dan tidak takut.

Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten, Tubagus A. Abbas Wase mengatakan, mengutuk keras perbuatan biadab bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Kota Surabaya, yang telah memakan korban jiwa.

“Orang yang tidak berdosa menjadi imbas dari perbuatan keji terorisme, dan kami berharap kepada aparat penegak hukum agar bisa bertindak tegas kepada terororisme di tanah air tercinta ini,” ungkap Tubagus A .Abbas Wase saat ditemui di Banten Lama, Rabu(16/5/2018).

Kemudian, kata Tubagus A. Abbas, –
para kiyai di Banten Lama pun turut menyampaikan berbela sungkawa atas musibah yang menimpa di Gereja Santa Maria Kota Surabaya. “Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, dan masyarakat harus terus berwaspada,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kesultanan Banten, Tb Amrie Wardana mengaku telah mengadakan pengajian bersama, dalam memperingati para korban bom bunuh diri di Kota Surabaya. “Pada kemarin malam kita adakan pengajian bersama, dan dihadiri para ulama di Kota Serang maupun Provinsi Banten,” ujarnya.

Tb Amrie berharap, supaya kedepan kejadian bom bunuh diri tidak lagi terulang, dan penegak hukum bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Sehingga pelaku bom bunuh diri bisa diberikan tindakan tegas, dan dicari pelaku utama adanya adu domba terjadi,” tandasnya. (Feb/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *