TANGERANG, bantenhariini.id – Pemerintah Kota Tangerang bersama Kapolda Metro Jaya meninjau lokasi banjir di wilayah, Kecamatam Priuk Kota Tangerang, pada (25/02).
Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak minggu malam (23/02) menyebabkan beberapa wilayah Kecamatan Priuk masih terendam banjir hingga kedalam air mencapai 120 CM. Hingga Selasa, (25/02) tercatat 782 Kartu Keluarga (KK), 1882 jiwa yang terkena dampak banjir dan 170 orang sudah berada di pengungsian. Kapolda Metro Jaya memantau keadaan sekaligus memberi bantuan di posko pengungsian warga.
Kapolda metro Jaya, Irjen Nana Surjana, mengakui pemerintah Kota Tangerang sudah melakukan usaha semaksimal mungkin dengan banyaknya pompa yang diterjunkan agar memindahkan air dari pemukiman warga. Tetapi curah hujan yang sangat tinggi tidak dapat dihindari dan beberapa penampungan air seperti Kali Ledug terus meluap dan menggenangi rumah warga. Kendati demikian berbagai usaha seperti perluasan dan penggalian disejumlah penampung air akan dilakukan guna memindahkan air di pemukiman.
“Kita melakukan pengecekan sekaligus menijau keadaan banjir di Kecamatan Priuk, Kota Tangerang. Sejauh ini pemda Kota Tangerang juga terus melakukan usaha agar banjir cepat surut dengan menerjunkan lebih banyak pompa air ke lapangan. Tapi memang penyebab banjir juga kan kiriman dari wilayah lain dan juga beberapa penampuangan meluap,” ujarnya.
Baik Polri, TNI, BPBD dan pemerintah kota terus melakukan siaga bencana di lokasi bajir, karena menurut pantauan BMKG diperkirakan hujan akan terus turun hingga seminggu kedepan. Pengamanan untuk rumah yang ditinggalkan ke pengungsian juga turut diperketat mengingat hujan diprediksi akan turun dan warga terpaksa harus berada di pengungsian.
“Saat ini warga sudah berada di pengusian dan untuk pengamanan baik Polri, TNI maupun pemda terus melakukan siaga bencana, karena dikabarkan dari BMKG curah hujan yang tinggi akan terus melanda kawasan jabodetabek hingga seminggu kedepan,” tambahnya. []

0 Comments