CILEGON, bantenhariini.com – Penumpang di Pelabuhan Merak Banten mengalami penurunan hingga mencapai 20 persen. Penurunan penumpang itu terjadi disebabkan terjadinya tsunami di perairan Selat Sunda beberapa hari yang lalu.
General Manager (GM) PT. ASDP Cabang Merak Banten Fahmi Alweni mengatakan, meski sempat terjadinya penurunan penumpang di Pelabuhan Merak Banten. Pihaknya tidak mengalami kerugian yang berarti. Dan mulai hari ini Kamis, (27/12/2018)
Penumpang di pelabuhan merak Banten sudah mulai berangsur-angsur membaik. “Sejak terjadi Tsunami pada Sabtu malam (22/12/2018) yang lalu, penumpang di pelabuhan merak mulai menurun sampai dengan Rabu, (26/12/2018) kemarin,” kata Fahmi ditemui dikantornya. Kamis, (27/12/2018).
Pasca terjadinya Tsunami di perairan Selat Sunda beberapa hari yang lalu tersebut, diduga merupakan salah satu penyebab penumpang di pelabuhan Merak Banten mengalami penurunan hingga mencapai 20-30 persen. “Penurunan penumpangnya mencapai 20 hingha 30 persen,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab terjadinya penurunan penumpang tersebut. Selain pasca terjadinya tsunami di perairan Selat Sunda, namun juga meningkatnya aktifitas Gunung Api Anak Krakatau merupakan penyebab menurunnya penumpang di Pelabuhan Merak Banten. “Bukan hanya pasca terjadinya tsunami di perairan Selat Sunda saja, namun aktifnya gunung api anak krakatau juga penyebab menurunnya penumpang di Pelabuhan Merak,” jelas Fahmi.
Fahmi menyampaikan, meski aktifitas anak gunung krakatau terus meningkat. Aktifitas penyebrangan penumpang Kapal di Pelabuhan Merak masih terus berjalan. “Kalopun gunung api anak krakatau sedang aktif dan mengeluarkan abu Vulkanik, aktifitas di Pelabuhan Merak Banten terus berjalan seperti biasanya,” ucapnya.
Dirinya mengaku, untuk mengantisipasi kembali terjadinya gelombang tinggi di perairan Selat Sunda tersebut. Pihaknya terus berkordinasi dengan petugas BMKG, Basarnas, dan beberapa Petugas terkait lainnya.
Selain berkordinasi dengn beberapa pihak terkait, lanjut Fahmi, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terhadap warga sekitar Pelabuhan Merak Banten tentang keselamatan warga apabila terjadi Tsunami. “Kalo untuk mengetahui terjadinya gelombang tinggi di Perairan sekitar pelabuhan merak, kami terus berkordinasi dengan pihak BMKG dan beberapa pihak terlait lainnya, dan juga melakukan kegiatan sosialisasi terhadap warga tentang bahaya tsunami,” ungkapnya.
Fahmi menuturkan bahwa, di pelabuhan merak Banten pada hari Rabu, (26/12/2018) kemarin sempat terkena hujan abu Vulkanik yang disebabkan oleh semburan Abu Vulkanik dari anak gunung Krakatau. “Kalopun ada hujan abu Vulkanik, tidak menjadi penghambat aktifitas di pelabuhan merak Banten. Bahkan sampai hari ini telah mengoprasikan kapal penumpang kurang lebih sebanyak 26 Kapal,” pungkasnya. (Rohman)

0 Comments