Musabaqah Kitab Kuning, Upaya PKB Menangkal Radikalisme


PETIR, bantenhariini.com – Sebagai upaya menangkal penyebaran faham radikalisme, DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Nasional 2017. Lomba membaca Kitab Kuning tersebut digelar di 100 daerah se-Indonesia, termasuk di Banten. “Kita hidup di jaman digital yang membuat generasi muda lupa dengan gurunya tapi dekat dengan HPnya,” kata Anggota DPR RI dari PKB Siti Masrifah, saat membuka acara semifinal MKK 2017 di Pondok Pesantren Nur El Falah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Minggu (7/5).

Menurut Masrifah, kebanyakan generasi muda kita belajar agama secara instan dari internet. Selain tidak dapat berinteraksi langsung, informasi yang tertuang di media sosial juga terkadang berita bohong atau hoax. “PKB, ingin mengembalikan tradisi lama agar murid memiliki adab dengan guru.  Saat ini, banyak masyarakat sudah banyak tidak peduli dengan kitab kuning. Ada juga yang beranggapan bahwa Kitab Kuning terlalu kaku. Padahal Kitab Kuning yang dibaca ulama dan kyai memberikan jawaban keislaman di jaman yang terus berubah,” ungkapnya.

Masrifah menjelaskan, Kitab Kuning tidak hanya mengkaji fiqih normatif. “Ushul fiqih dekat dengan umat. Ketika ada perbedaan, di kalangan umat, ushul fiqih menjelaskan dengan indah. Hari ini kita perlu membaca. Supaya pemimpin tau Islam rahmatan lil alamin, islam yang tidak mudah dibodohi dan tidak mudah dipecahbelah,” kata Masrifah. (Anda/You)

 

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *