SERANG, bantenharriini.com – Jelang Pilkada Kota Serang 2018 mendatang sudah bermunculan 36 wajah-wajah bakal calon Walikota Serang dari 12 Partai Politik. Walaupun pada pemilihan Walikota Kota Serang 2018 tidak bisanya petahana mendaftar kembali dikarenakan Walikota Serang, Tb Haerul Jaman sudah memimpin Kota Serang selama dua periode berturut-turut. Tetapi kehadiran Vera Nurlela Jaman yang merupakan istri dari Walikota Serang dipandang mewakili kubu petahana. Tidak menutup kemungkinan relasi dari jaringan suaminya bisa memberikan kemudahan tersendiri dalam persiapan bertarung nanti.
Hal tersebut dikemukakan oleh pengamat politik darti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Agus Sjafari, dimana ada persoalan pada elite politik, seolah-olah calon dari incumbent dan dinasti itu kuat. “Karena mereka punya akses besar, mudah dan banyak. Hal tersebut bisa memungkinkan tokoh tersebut diunggulkan,” ungkap Agus kepada bantenhariini.com Rabu, (9/8).
Agus menambahkan, dari aspek masyarakat Kota Serang pun mudah terbawa opini untuk bisa memilih tokoh incumbent atau dari orang terdekat incumbent. “Karena di Banten itu masyarakatnya masih memilih dengan tradisional, emosional tapi belum rasional. Kecuali mungkin di Kota Tangerang, di sana relatif lebih maju,” sambung Agus.
Ia melanjutkan, bahwa tidak menutup kemungkinan sosok lain di luar dari orang terdekat dengan yang pernah menjadi incumbent juga bisa bersaing.
Agus juga berharap, kriteria yang dimiliki calon Walikota Serang selanjutnya itu adalah sosok pemimpin yang bisa membangun dan mengembangkan Kota Serang, selayaknya sebagai Kota Metropolitan di Provinsi Banten ini. “Karena Kota Serang adalah Kota Provinsi yang idealnya menjadi Kota Metropolitan di Banten. Kriteria selanjutnya adalah sosok itu punya bayangan bagaimana caranya menjadikan Serang menjadi smart city, jadi untuk mengarah kesitu kriteria pemimpin itu harus smart juga,” sambung Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Illmu Politik (FISIP) Untirta ini. (Diah)
Editor: Wayang

0 Comments