TANGERANG, bantenhariini.com – Komunitas Sepersepuluh dan Semanggi Foundation tampilkan performance art atau seni pertunjukan di markas Semanggi Foundation, Jalan Perintis Kemerdekaan II Cikokol Kota Tangerang. Pertunjukan ini ditampilkan berdasarkan pengalaman para performer art, yang bahkan bisa jadi bentuk ekspresi sebagai kritik sosial.
Pendiri Sepersepuluh Aziz Amri mengatakan, performance art adalah seni kontemporer, yang mengandalkan gerakan tubuh. “Jadi kita semua kan punya pengalaman yang berbeda, orang yang melihat pun pemaknaannya bisa beda-beda. Jadi gerakan yang ditampilkan bisa juga jadi sebuah pertunjukan kehidupan sosial atau bahkan suatu kritik sosial,” ujar Aziz kepada bantenhariini.com, Jumat (16/3).
Sedikitnya ada 10 yang yang menunjukkan keahliannnya. Tampil dengan diiringi berbagai macam musik. Pertunjukan ini juga diramaikan salah satu penampil seni dari Jepang yaitu Oshida Yuki yang turut meramaikan kegiatan ini. “Jadi Oshida Yuki ini adalah penampil seni, yang datang ke Indonesia untuk menunjukan keahliannya yang lebih mengarah ke tari,” ucap Amri
Pertunjukan yang ditampilkan mereka, tak ayal mendapatkan perhatian dari orang-orang yang berada di sekitar markas Semanggi Foundation. Mereka yang hadir, nampak terpukau dengan performance art yang ditampilkan. Hal itu terbukti dari tepukan tangan yang kerap terdengar, setiap ada gerakan yang tampak mengagumkan.
Amri menjelaskan komunitasnya baru dibangun sejak Agustus 2017. Dia bersama teman-temannya membuka galeri di Sedayu Square, Blok L 10, Jalan Outer Ringroad Lingkar Luar, Jakarta Barat. “Sepersepuluh biasanya mengundang seniman buat tampil di galeri kita. Tiap bulannya ada acara dan konsepnya berbeda-beda, buat yang mau gabung bisa pantau instagram atau di web kami,” tutup Amri. (Fani)

0 Comments