SERANG, bantenhariini.com – Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar simulasi pengamanan, di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (26/9).
Tujuan digelarnya simulasi tersebut, untuk memberikan gambaran kepada personil kepolisian, dalam bertindak cepat dan tepat sasaran. Bahkan bisa memperkuat sinergi antar satuan, Hal itu disampaikan oleh, Wakapolda Banten, Kombes Pol Tomex Korniawan seusai simulasi selesai.
“Jadi tugas ke depan akan lebih berat, sebab pihaknya tidak mengetahui ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat selama Pemilu 2019. Maka itu, kita harus memahami situasi Kamtibmas. Agar tidak terjadi gejolak keributan disetiap daerah,” ungkapnya.
Seperti diketahui, masih kata Kombes Pol Tomex, gambaran simulasi tersebut mengenai pelaksanaan Pemilu di Provinsi Banten berlangsung keributan di berbagai tahapan. Mulai dari masa kampanye sampai pemungutan suara. Bahkan pihak kepolisian juga menangkap pelaku penyebar berita hoax yang meresahkan masyarakat Banten.
“Jadi seolah-seolah pada hari pencoblosan, hak masyarakat tidak terpenuhi. Sehingga masyarakat tersebut mendatangi Kantor KPU Provinsi Banten untuk melakukan demonstrasi. demonstrasi pun tidak berjalan dengan lancar, sehingga ribuan demonstrasi harus berbenturan dengan aparat kepolisian dan keributan pun tak bisa dihindari. Hingga akhirnnya penyanderaan Ketua KPU Provinsi Banten pun dilakukan,” jelasnya.
Namun, dikatakan Kombes Pol Tomex, dengan kesigapan Tim Anti-teror Polda Banten dibantu dengan Sat Brimob Polda Banten, berhasil menangkap pelaku yang menyandera Ketua KPU Provinsi Banten tersebut. Kemudian tempat penyanderaan digeledah petugas, dan terdapat bahan peledak atau bom yang masih aktif serta siap untuk meledak kapan saja.
“Akhirnya pun dengan kesigapan Tim Penjinak Bom Polda Banten lengkap dengan baju anti bom, berhasil meledakkan bom tersebut dan satu tersangka lainnya meninggal di tempat terkena bom. Begitulah gambaran simulasi yang kami lakukan pada kali ini,” tutupnya. (FEB).

0 Comments