Jalan Rusak, Wanita Hamil Ditandu Sejauh 15 KM


LEBAK, bantenhariini.id – Seorang wanita hamil warga Kampung Naga Hurip, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak terpaksa harus ditandu menggunakan bambu dan kursi saat menuju Puskesmas Panggarangan, hal tersebut terjadi lantaran akses yang digunakan warga sangatlah buruk dan tidak bisa diakses kendaraan roda empat.

Dalam vidio yang diunggah oleh akun ERot Rohman diakun media sosial Facebooknya, vidio berdurasi 43 detik tersebut mendapatkan respon 1.800 like, 272 komentar dan 3.200 kali dibagikan oleh netizen hingga 11:23 WIB pada Rabu 4 September 2019.

Dalam vidio tersebut perekam meminta tolong kepada Presiden RI dan menceritakan bahwa kerap terjadi orang sakit yang hingga tidak dapat tertolong lantaran akses transportasi yang buruk.

“Halo Pak Presiden, kami susah akses transportasi jalan yang dilalui dan jauh dari perkotaan, orang sakit jarang yang tertolong karena sulitnya transportasi untuk membawa ke rumah sakit,” cetusnya.

Ia menegaskan, agar keluhan masyarakat Kampung Naga Hurip didengar untuk dibantu oleh pemangku kebijakan.

“Terimakasih dari Naga Hurip, Desa Mekar Jaya kecamatan Pangarangan. Merdeka kurang jalan,” ucapnya mengakhiri video yang diunggaj pada akun ERot Rohman.

Beredarnya video tersebut, langsung dikomentari para netizen, seperti akun @Oman Wijaya ElangBuana mempertanyakan kehadiran Bupati Lebak yang beberapa waktu lalu viral mendapatkan penghargaan terbaik

“kamana ibu iti anu banyak hadiah dan penghargaana (Kemana ibu Iti yang banyak hadiah dan penghargaan),” tulisnya.

Selain itu, ada juga Yoga Regian yang mengatakan Negara Indonesia saat ini sedang dibawah pemimpin Infrastruktur.

“Iiih pan nyah,, teu salah eta?? Keur jaman ki benen keneh mereun eta mah, ja ayeuna mh pn dipingpin ku Bafa Ingfrastruktur (Iiih kan yah,, gak salah itu?? Lagi jaman dulu kali itu mah, kan sekarang mah sudah dipimpin sama bapak infrastruktur),” cuitnya.

Diketahui, tulisan yang melampiri video tersebut yaitu.

“Kepada yth presiden joko Widodo Kepada Yth gubernur banten
Kepada yth Bupati LebakKepada yth Ketua DPRD Lebak Kepada yth Camat Panggarangan Kepada yth kepala Desa Mekarjaya Perlu kami sampaikan bahwa kejadian ini adalah kejadian yang benar benar terjadi di kampung kami, kp nagahurip Ds mekarjaya kec Panggarangan pada hari minggu 01 September 2019 telah terjadi musibah pada salah satu warga kami yaitu melahirkan prematur, karena tidak bisa dilaluinya Poros jalan desa oleh kendaraan roda empat maka dengan segala upaya kami harus berjibaku menggunakan tandu membawa warga kami ke puskesmas Panggarangan, Perlu semuanya ketahui bahwa sejauh tujuh kilometer poros jalan Desa kami tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, ada sekitar enam kampung yang apabila ada keluarganya terkena musibah harus menggunakan tandu seadanya seperti pada video ini kampung kampung itu seperti ciastana, Cikadu, ciungmungkal, curugdeng2, pasir tangkil dan nagahurip. Tentunya kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi melainkan sudah terjadi sejak lama bahkan yang paling saya ingat ketika kakek saya tercinta yang meninggal pada empat tahun yang silam, saya keluarga dan beberapa warga menandu jenazah sang kakek waktu itu, jangan tanya bagaimana hancurnya hati kami dan geramnya pada pemerintah yang seolah tutup mata padahal saya dan seluruh penduduk kampung sudah menuntaskan kewajiban sebagai seorang warga negara yang baik seperti taat pajak,taat hukum dll Tapi entah lah diusia kemerdekaan yang sudah 74 tahun ini persoalan ini seolah tak pernah ada jawaban. Apabila ada diantara saudara yang bertanya apakah pemerintah tidak tahu? Saya fikir adalah ketidakmungkinan karena dari beberapa pergantian kepala Desa kami sudah sering menyampaikan ini tapi seolah tak ada solusi, dan untuk terakhir kalinya saya melalui catatan ini meminta bantuan pada ibu bupati Lebak dan ketua DPRD Lebak untuk menyampaikan kepada kepala Desa dalam menyelesaikan persoalan ini. Wayahna heug bu/pa bejaan kades bahwa sejatinya pembangunan infrastruktur bukan hanya sekedar naplokeun semen kana jalan sabab mun saukur kitu mah mang satif geh bisa, melainkan pembangunan infrastruktur harus mampu menjadi problem solving atas persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya,,, agar pembangunan bukan hanya sekedar semen numpuk ditengah jalan, tapi pembangunan menjadi salah satu jawaban yang menghilangkan keresahan dan kegelisahan seluruh lapisan rakyatnya Demikian terimakasih,” tukasnya.

(DA)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *