Cilegon, Bantenhariini-Harga Bawang merah di Pasar Keranggot, Kota Cilegon mengalami kenaikan dari semula seharga Rp25.000/Kg namun saat ini sudah mencapai Rp45.000/Kg. Meski demikian, kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dalam waktu sepekan terahir.
Ipul salah seorang pedangang di pasar Keranggot Kota Cilegon-membenarkan telah terjadinya kenaikan harga bawang merah tersebut.
“Memang mas, kurang dari seminggu ini. Sekarang harga Bawang Merah sudah mencapai Rp45.000/kg, padahal sebelumnya harga Bawang Merah itu per kilogramnya hanya Rp25.000. itu terjadi secara bertahap mas,”kata Ipul saat di konfirmasi Jumat, (29/3/2019).
Senada dengan Ipul, salah seorang pedangan lainya Sakiroh membenarkan soal terjadinya kenaikan harga Bawang Merah tersebut.
Oleh karena itu, lanjut Sakiroh, dirinya berharap, harga Bawang Merah tersebut dapat kembali Normal. “Naiknya harga Bawang Merah ini sangat menyulitkan pedagang Nasi yang sangat membutuhkan Bawang Merah,”ujarnya.
Dirinya mengaku sangat bingung, dalam seminggu belakangan ini harga bawang merah naik terus. “Kalau porsi saya kurangi atau harga saya naikan, pasti pelanggan saya protes,” ucapnya.
Ia meminta agar Pemerintah Kota Cilegon dapat melakukan pengecekan, agar harga bawang kembali menurun.
“Ya pengennya turun lah mas, kan saya pengen dapat lebih dari usaha ini,” tandasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kenaikan ini disebabkan sulitnya pasokan dari sumber atau petani, selain bawang merah yang ikut mengalami kenaikan adalah tomat.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kranggot Muhibin membenarkan adanya kenaikan harga bawang merah dan sejumlah komponen bumbu lainnya. “Kenaikan harga itu bukan terjadi pada harga Bawang Merah Saja, namun terjadi juga dibeberapa harga barang-barang lainya,” kata Muhibin.
Muhibin menyampaiakan, faktor cuaca merupakan salah satu faktor penyebab yang menjadi harga kebutuhan tersebut mengalami kenaikan. “Selain cuaca, karena masih suasana isro miraj dan sebulan menjelang ramdhan,” pungkasnya.(Rohman)

0 Comments