Cilegon, Bantenhariini.com – Persoalan gigi berlubang atau karies gigi pada anak masih menjadi salah satu persoalan terbesar pada kesehatan anak usia 6-12 tahun di Kota Cilegon. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Cilegon mengajak semua pihak agar bersama-sama memperhatikan kesehatan anak yang ada di Kota Cilegon.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna mengatakan, berdasarkan data jumlah anak di Kota Cilegon sebanyak 85 ribu anak. 85 persen anak mengalami gigi berlubang (Karies Gigi). Oleh karena itu, dirinya mengajak kepada semua pihak agar dapat bersama-sama memperhatikan timbuh kembang anak di Kota Cilegon.
“Dari jumlah penduduk anak yang ada di Kota Cilegon, sekitar 85 persenya telah mengalami gigi berlubang atau karies gigi,” kata Arriadna usai membuka kegiatan gebyar anak sehat di halaman Rumah Dinas Pemkot Cilegon, Rabu, (10/4/2019).
Arriadna menjelaskan bahwa, terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya karies gigi. Seperti pola makan yang tidak teratur, sering mengkonsumsi makanan yang manis-manis dan tidak melakukan sikat gigi secara teratur juga merupakan penyebab terjadinya gigi berlubang pada anak.
“Penyebab gigi berlubang itu banyak, ada yang disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan juga akibat seringbya makan-makanan yang manis-manis,” jelasnya.
Menurutnya, apabila terjadi sakit gigi atau mengalami gigi berlubang maka dapat menyebabkan kesehatan anak menjadi terganggu dan juga dapat mengganggu konsentrasi anak pada saat melakukan kegiatan belajar di sekolah.
“Sakit gigi itu, dapat menggangu kesehatan anak dan juga dapat mengganggu konsentrasi anak saat melaksanakan kegiatan belajar di Sekolah,” ucapnya.
Dirinya mengaku, untuk meminimalisir terjadinya karies gigi pada anak. Pihaknya setiap tahun telah melakukan kegiatan Screening gigi di Sekolah Negri maupun Sekolah Suasta di Kota Cilegon.
“Setiap tahunya kita sudah melakukan kegiatan Screening gigi, dan juga pemeriksaan anggota tubuh lainya seperti periksa mata, telinga dan tenggorokan. Serta memeriksa berat badan anak,” pungkasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar mengatakan, semua industri yang di Kota Cilegon yang memiliki dana CSR agar sebagianya dapat digunakan untuk memperhatikan kesehatan anak yang ada di Kota Cilegon. “Pak Fahmi sebagai ketua CSR, agar dapat berinteraksi dong dengan Dinas kesehatan, agar kesehatan anak di Kota Cilegon dapat diperhatikan,” kata Fakih kepada wartawan.
Oleh karena itu, lanjut Fakih, pihaknya mengajak semua pihak agar dapat bersama sama memperhatikan kesehatan anak di Kota Cilegon. Karena hal tersebut bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan dan pemerintah Kota Cilegon saja.
“Persoalan kesehatan ini, bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan dan pemerintah saja. Namun tanggung jawab bersama semua pihak yang ada di Kota Cilegon,” ujarnya.
Dirinya berharap, Dinas kesehatan dalam meningkatkan kesehatan anak di Kota Cilegon. Dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di gedung DPRD Kota Cilegon.
“Saya mempersilakan kepada semua pihak, terutama kepada Dinas kesehatan agar dapat memanfaatkan Fasilitas yang ada di gedung DPRD Cilegon. Seperti aula DPRD Cilegon agar dapat digunakan untuk kegiatan dalam meningkatkan kesehatan anak di Kota Cilegon,” pungkasnya.(Rohman)

0 Comments