TANGERANG, bantenhariini.id – Belum menerima kejelasan dari pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN) terkait tuntutan peningkatan harga ganti rugi lahan pembangunan Tol JOR II, Kunciran – Bandara Soekarno Hatta warga Kampung Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pada, Senin, (09/03).
Dituding adanya tindakan penyelewengan nominal ganti rugi lahan oleh pejabat setempat, warga Kelurahan Benda yang sebelumnya melakukan aksi demonstarasi di depan Pengadilan Negeri Tangerang dan gedung BPN Kota Tangerang, untuk kali pertama mendatangi gedung DPRD guna melaporkan keresahan masyarakat dan berharap adanya bantuan dari pihak DPRD untuk memberikan mereka keadilan.
Ketua DPRD, Gatot Wibowo menerima kedatangan masyarakat dan menjelaskan mengenai wewenang pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut. Gatot memberikan arahan agar masyarakat membuat dokumen berisi kronologi lengkap terkait tututan warga secara detail agar dapat dikaji ulang oleh pihak DPRD.
“Warga Kelurahan Jurumudi memberikan aduan adanya penyelewengan yang dilakukan oleh pejabat setempat terkait jumlah nominal yang diterima masyarakat sebagai ganti rugi lahan. Kemudian ada ketimpangan mengenai nominal harga antar kepala keluarga. Tadi juga masyarakat meminta kenaikan jumlah ganti rugi. Tetapi ini kan mereka baru menyampaikan secara lisan. Kita sudah menghimbau untuk membuat laporan secara tertulis, berupa dokumen kronologi kejadian di lapangan agar di kaji ulang oleh pihak DPRD,” ujarnya.
Sempat ditolak oleh Pengadilan Negeri Tangerang Kota Tangerang terkait tuntutan tersebut, Gatot menjelaskan bahwa DPRD tidak dapat mengintervensi pihak Pengadilan Negeri jika telah diputuskan atau terbukti pembayaran ganti rugi sesuai regulasi yang berlaku. Tetapi sebagai wakil rakyat DPRD tetap akan memanggil pihak yang terkait dan menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut.
“Kita DPRD tidak dapat mengintervensi pihak PN Kota Tangerang jika sudah ada putusan mengenai tuntutan masyarakat. Tetapi, disamping itu tetap akan kita panggil pihak yang bersangkutan untuk membahas terkait kenaikan harga dan ketimpangan nominal pembayaran ganti rugi. Laporan masyarakat kita terima dan pasti kita kaji. Ya semoga ada jalan terbaiknya,” tambahnya. (Memey)

0 Comments