SERANG – Distribusi air bersih untuk pelanggan PDAM di tiga kecamatan, yakni Ciruas, Kragilan, dan Lebak Wangi, dipastikan kembali aman dan lancar setelah sempat mengalami gangguan akibat kendala suplai dan penurunan debit air irigasi.
Supervisor Unit Pelayanan Ciruas, Kragilan, dan Lebak Wangi, Mulya Rohman menjelaskan, bahwa gangguan distribusi sebelumnya terjadi karena suplai pasokan dari Unit Produksi Kendajakan terdampak debit air irigasi yang surut serta adanya kebocoran pipa jaringan.
Menanggapi keluhan masyarakat di beberapa perkampungan dan perumahan, pihak unit pelayanan langsung berkoordinasi dengan Bagian Hubungan Pelanggan (Hublang) Kantor Pusat PDAM di Serang untuk menyalurkan bantuan air bersih secara gratis.
”Alhamdulillah, respon cepat dari kantor pusat langsung memfasilitasi dengan mengirimkan dua unit mobil tangki air bersih ke wilayah Ciruas dan Kragilan. Penyaluran armada tangki ini bersifat temporer, yakni hanya dilakukan saat terjadi kendala darurat pada distribusi pipa,” ujar Mulya Rohman
Ia menambahkan, saat ini kapasitas intake yang dimiliki mencapai 500 liter per detik, dengan tingkat distribusi produksi yang disalurkan ke masyarakat berkisar antara 80 hingga 100 liter per detik. Pasokan ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi kurang dari 4.000 pelanggan yang tersebar di wilayah Ciruas, Kragilan, dan Lebak Wangi.
Soroti Informasi Pemadaman dan Kondisi Fasilitas KantorDalam kesempatan tersebut, Mulya Rohman juga menyampaikan aspirasi dan masukan dari para pelanggan. Salah satu poin utama yang diharapkan warga adalah adanya pemberitahuan awal secara berkala jika terjadi gangguan atau perbaikan jaringan air.
“Pelanggan berharap ada informasi lebih awal sebelum aliran air mati. Kami selalu berupaya meneruskan informasi secepat mungkin ke grup forum pelanggan, meskipun terkadang kendala di lapangan terjadi secara mendadak,” ungkapnya.
Selain masalah pelayanan air, Mulya juga menyoroti kondisi fisik Kantor Unit Pelayanan Ciruas yang dinilai sudah memprihatinkan dan membutuhkan renovasi.
Hal ini menjadi perhatian setelah seorang pelanggan sempat terjatuh akibat akses jalan kantor yang kurang memadai, hingga memicu keluhan terkait fasilitas bangunan, seperti kondisi pagar, plafon, jendela, dan cat kantor yang rusak.
“Kami menyadari kondisi fisik kantor memang membutuhkan perbaikan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Usulan renovasi sudah kami ajukan ke kantor pusat, dan kami berharap dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan kepada pelanggan bisa lebih maksimal,” pungkasnya.***

0 Comments