SERANG – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Serang sempat mengalami peningkatan di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Banten.Berdasarkan laporan dampak erupsi yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, kasus ISPA pada 5 September 2026 tercatat sebanyak 190 kasus.
Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 339 kasus pada 7 September dan mencapai 381 kasus pada 8 September.Kasus ISPA masih tercatat cukup tinggi pada 9 September sebanyak 313 kasus, kemudian turun menjadi 265 kasus pada 10 September, 226 kasus pada 11 September, dan 81 kasus pada 12 September.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengatakan, ISPA merupakan penyakit yang memang ditemukan setiap bulan dan setiap tahun. Karena itu, peningkatan kasus yang terjadi belum dapat sepenuhnya dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.”ISPA itu infeksi saluran pernapasan akut. Setiap saat juga namanya ISPA itu ada.
Bergantung kepada antibodi atau kekebalan setiap orang atau setiap manusia berbeda-beda,” kata Hasan.Meski demikian, Hasan mengakui terdapat peningkatan kasus setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, menurutnya, peningkatan tersebut belum tergolong signifikan.”Kemudian terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau, memang ada. Namun secara bilangan akan saya sampaikan menyusul. Namun tidak begitu bermakna peningkatannya,” ujarnya.
Selain ISPA, Dinkes Kota Serang juga mencatat adanya keluhan kesehatan berupa gangguan kulit atau dermatitis serta gangguan mata selama periode tersebut.Kasus dermatitis tercatat 24 kasus pada 5 September, meningkat menjadi 43 kasus pada 7 September dan 41 kasus pada 8 September. Setelah itu, jumlahnya berangsur turun menjadi 38 kasus pada 9 September, 36 kasus pada 10 September, 31 kasus pada 11 September, dan 11 kasus pada 12 September.
Sementara kasus gangguan mata tercatat 9 kasus pada 5 September, kemudian meningkat menjadi 14 kasus pada 7 September dan 17 kasus pada 8 September. Angka tersebut sempat mencapai 23 kasus pada 10 September sebelum turun menjadi 13 kasus pada 11 September dan 4 kasus pada 12 September.Hasan menegaskan, meski kondisi kesehatan masyarakat saat ini mulai membaik, pihaknya tetap meminta seluruh Puskesmas di Kota Serang meningkatkan kewaspadaan.
”Kita waspada terus. Saya sampaikan kepada seluruh Puskesmas yang ada di Kota Serang agar supaya melaporkan bilamana ada peningkatan terkait dengan infeksi saluran pernapasan akut atau iritasi mata, atau kulit akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” tegasnya.Ia juga meminta seluruh Puskesmas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan kembali meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
“Tolong disampaikan kepada saya. Dan tolong siaga di setiap Puskesmas-Puskesmas yang ada di Kota Serang,” katanya.
Hasan memastikan kondisi terkini kasus gangguan kesehatan yang dipantau Dinkes Kota Serang mulai menunjukkan tren penurunan.”Nah, sekarang sudah melandai,” pungkasnya.

0 Comments