SERANG, bantenhariini.com – Salah satu tanggung jawab dalam mengatur atau menata ruangan, menjaga kebersihan dan kenyamanan merupakan salah satu peran Housekeeping yang perlu diperhatikan terutama pada kompentensi dan profesionalitasnya saat berada di lingkungan kerja. Dinas Pariwisata Provinsi Banten melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mendorong SDM yang memiliki kualifikasi Housekeeping berkualitas dengan melalui berbagai program.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengungkapkan, Kementerian Pariwisata saat ini sedang menyeimbangkan pertumbuhan homestay yang berkembang di setiap destinasi wisata. Penataan itu perlu untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat dalam mendapatkan peluang ekonomi melalui sektor pariwisata. Karenanya, dibutuhkan sinergitas dan koordinasi aktif dari para pelaku pariwisata dalam mendatangkan tamu atau pengunjung. “Housekeeping bisa menciptakan kegiatan yang dapat menarik para tamu untuk datang dan menikmati layanan jasa yang diberikan. Membangun kerjasama antar stakeholder kepariwisataan juga penting dilakukan untuk memperluas networking sekaligus promosi homestay atau hotelnya,” kata Eneng, saat memberikan sambutan pada acara Peningkatan Kompetensi Housekeeping Tahun 2017, di Kota Serang, Selasa (18/7).
Menurut Eneng, Housekeeping merupakan pekerja seni yang dapat menumbuhkan kreatifitasnya dalam menata dan mengelola tempat singgah atau penginapan baik dari aspek kehalalannya, kebersihan, kenyamanan, keamanan dan keramahan kepada tamu. Eneng menghimbau, standarisasi untuk homestay juga perlu diperhatikan seperti harga yang sesuai, memperbaiki kerusakan dan dekorasi lingkungan kerja dengan tujuan agar tempat tersebut tampak rapi, bersih, menarik dan menyenangkan bagi tamu. “Harus peduli dan sadar akan tugas dan fungsi Housekeeping yang sebenarnya seperti menerapkan unsur sapta pesona, pelayanan sikap ramah saat menyambut tamu, pelayanan mmberikan makanan dan lainnya yang bisa membuat tamu nyaman,” jelas Eneng.
Narasumber dari Neouro-Linguistic Programming (NLP) Deni Farabi menjelaskan, membangun SDM unggul yang memiliki kapasitas intelektual dan kesiapan professional Housekeeping harus memiliki kecerdasan emosional. Selain itu, dalam peran Housekeeping sehari-hari perlu diperhatikan sikap dan komunikasi yang efektif dalam melayani tamu sehingga memberikan kesan yang terbaik dari sisi housepitality. “Gaya bahasa tubuh, vokal dan intonasi komunikasi merupakan modal awal bagi Housekeeping terutama yang bertugas sebagai front liner atau receptionist dan kecakapan sosial yang tentunya dapat dimaknai oleh Housekeeping sehingga bisa berinteraksi dengan menciptakan lingkungan yang ramah dan nyaman,” ungkapnya.
Dikatakan Deni, ada tiga jenis karakteristik tamu yang dapat dipahami oleh Housekeeping dalam kegiatannya sehari-hari antara lain tamu dengan karakteristik Visual, Auditory dan Kinestika yang dapat diamati dan dapat menyesuaikan pelayanan yang akan diberikan. Deni menjelaskan, fungsi dari kecerdasan emosi diantaranya sadar dan peka terhadap kebutuhan tamu, responsive dan negosiasi terhadap sebuah momentum yang dilakukan saat melayani, dapat mengendalikan emosi sesuai dengan keadaan dan memiliki mental yang mumpuni sebagai Housekeeping.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 50 peserta dari pemilik dan petugas hotel dan homestay dan perwakilan Dinas pariwisata kabupaten dan kota di Banten mendapatkan praktik dalam menciptakan dan meningkatkan mutu pelayanan. (Anda)

0 Comments