SERANG, banten hariini.id – Telah terjadi aksi pembunuhan satu keluarga pada Selasa (12/8) dini hari di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten. Hal tersebut diduga terjadi karena adanya dendam pribadi.
Kasat Reskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhitira, mengatakan, pihaknya telah menyimpulkan sementara ini kasus yang terjadi di Gegeneng karena dendam. Hal tersebut terlihat dari hasil otopsi yang dikeluarkan oleh dokter forensik kemarin malam sebelum kedua jenazah di makamkan.
Hasil otopsi tersebut, menyatakan adanya patah tulang rongga dada sebelah kiri akibat hantaman bedna tumpul.
“Karena berdasarkan hasil analisa forensik itu hasil benda tumpul cukup keras sehingga mengakibatkan retaknya tulang tengkorak kepala anak tersebut. Kita simpulkan sementara ini ada dendam, dari pelaku terhadap korban. Itu dapat saya nilai dari hasil otopsi, dimana beberapa penyebab kematian di berbagai organ tubuh korban yang cukup parah,” katanya saat ditemui di Polres Serang Kota.
“Salah satu contohnya tulang rusuk dari korban yang lebih dari dua tulang rusuk patah total, ketika organ tubuh tersebut dibuka,” imbuhnya.
Rustadi meninggal akibat adanya hantaman benda tumpul yang mematahkan empat tulang dada kiri, sementara Alwi diduga meninggal akibat adanya gumpalan darah di kepalanya.
“Itu memang dapat kita simpulkan pembantaian ini serius dan ada motif dendam dibelakangnya,” terangnya.
“Anaknya sendiri dari hasil otopsi terdapat retak dibagian kepala yang diduga penyebab kematian terdapat darah menggumpal di daerah kepalanya dan itu memang cukup sadis,” sambungnya.
Sementara saat ini, ia mengaku sudah memeriksa 9 orang saksi untuk dapat mengungkap peristiwa tersebut.
“Sebelumnya saksi kita periksa enam, sekarang bertambah ada tiga saksi lagi yang kita periksa untuk dimintai keterangan pembunuhan ini,” tandasnya. (DA)

0 Comments