Dianggap Angker, Pintu Air Poris Jaya Ditata Jadi Destinasi Kampung Wisata Air


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180420-WA0218.jpg

http://bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180420-WA0218.jpgTANGERANG, bantenhariini.com – Puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membersihkan eceng gondok yang menghampar di sungai Kali Apur dan Kali Baru di Pintu Air Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Jumat (20/4/2018) pagi.

Sementara unsur pemuda dan aparat pemerintah setempat melakukan penanaman pohon di pinggir sungai kali tersebut. Lokasi sekitar pintu air yang dibangun jaman Belanda itu pun berubah bersih dan tidak gelap lagi. Pembersihan kawasan ini merupakan yang ketiga kalinya.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kelurahan Poris Jaya dan Kelurahan Poris Gaga. Karena mau membangkitkan potensi lokal dengan membuat lokasi Pintu Air jadi kampung wisata air. “Silahkan desainnya dibuat seperti apa,” katanya usai melakukan penanaman pohon di Pintu Air Poris Jaya Jumat (20/4/2018).

Menurutnya, soal penataan bisa dilakukan bersama instansi terkait. Dukungan swasta dan pastinya masyarakat setempat.
Camat Batuceper Nurhidayatullah mengatakan, di wilayahnya banyak potensi yang harus dikembangkan. Potensi ini dikembangkan dengan bersama-sama. “Sehingga yang sebelumnya tidak ada jadi ada,” katanya.

http://bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180420-WA0221.jpg

Kata dia, di Batuceper ada tiga potensi wisata yang tengah dikembangkan. Seperti di Batusari, Kebon Besar, dan di Pintu Air yang masuk Kelurahan Poris Jaya dan Poris Gaga. Menurutnya, lokasi-lokasi ini merupakan usulan warga yang didukung pemerintah setempat.
Lurah Poris Jaya Budi Permana mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan pengerukan di aliran sungai Kali Apur dan Kali Baru di Pintu Air. Kemudian penataan turap dan penambahan tanaman. “Setelah tertata kita lengkapi bebek-bebekan dan cafe di sekitarnya,” katanya.

Budi mengharapkan lokasi kampung wisata air Pintu Air bisa dikelola masyarakat.Terutama para pemuda di sini. Merekalah awalnya mengusulkan lokasi ini agar dijadikan kampung wisata air.
Sementara, Muhasyim, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan lokasi Pintu Air cukup kumuh, seram atau angker. Kumuh karena banyak sampah di lokasinya. “Terlihat angker karena tempatnya gelap dengan pepohonan yang kurang terawat,” katanya.

Pria yang menjabat Ketua RT 03/01 Poris Jaya ini mengungkapkan jembatan di Kali Apur juga sudah keropos. Sehingga bila dilalui bergetar. Kalau kurang berani tidak mau melintas.
Dirinya mendapat informasi dari sesepuh disini bahwa Pintu Air dibangun sekira tahun 1917 atau 1918. Fungsi Pintu Air kala itu untuk mengairi persawahan di sekitarnya. Seiring persawahan menjadi kawasan perumahan maka Pintu Air jadi kurang terawat. (setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *