CILEGON, bantenhariini – Di tengah riuhnya kendaraan pemudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, segelintir anak-anak yang masih berusia sekitar sembilan sampai 15 tahun, begitu bersemangat menjajakan dagangannya. Walau mata mereka terlihat mulai sayu karena kurang tidur, namun dagangan kopi sampai alas duduk masih mereka lakoni. Bahkan demi berjulan kopi yang secangkirnya seharga Rp5 ribu dan alas duduk seharga Rp10 ribu, mereka rela melakoninya sampai dini hari.
Usut punya usut, mereka bertekad ingin mandiri dan ingin menambah penghasilan dari dagang itu untuk bersekolah. Menurut Abdul, salah satu pedagang kopi yang duduk di bangku kelas lima SD, hal itu dilakukannya demi meringankan beban orangtuanya juga.
“Ya lumayan aja, bisa untuk menambah biaya sekolah,” ungkapnya saat ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Sabtu (1/6).
Abdul yang berjualan bersama teman-temannya, sudah tidak menghiraukan lagi rasa lelah maupun malu karena berjualan kopi. Dirinya mengaku sudah sering berjualan di sekitar Pelabuhan Merak dari usia 10 tahun.
“Saya sudah sering berjualan di sini dari tahun ke tahun,” katanya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Alhadit yang menjajakan alas duduk mengaku, baru kali ini berjualan di Pelabuhan Merak. Alasan dirinya berjualan tidak jauh berbeda dengan Abdul, untuk membantu membiayai sekolahnya.
“Baru ini saya berjualan, karena saya ingin membantu orangtua untuk membiayai sekolah,” ujarnya yang saat ini masih duduk di bangku kelas 4 SD yang tidak mau diambil gambarnya ini.
Menurut Alhadit, melihat Pelabuhan Merak yang semakin ramai oleh pemudik, seperti yang terpantau oleh bantenhariini, maka semangat berjualannya pun semakin bertambah saja. (FEB)

0 Comments