Cadangan Batubara Melimpah, Indonesia Bisa Menjadi Hilir Teknologi Berbasis Energi Bersih


JAKARTA, Bantenhariini – Indonesia memiliki Cadangan batubara mencapai 38,8 miliar ton. Hal tersebut menjadi potensi yang sangat besar bagi Indonesia untuk mendorong pengembangan industri hilirisasi batu bara di Indonesia terintegrasi dengan teknologi berbasis energi bersih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara (Minerba), Irwandy Arif dalam acara Musyawarah Nasional Ke-II Asosiasi Pengusaha Energi dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO).

“Potensi cadangan batu bara (Indonesia) cukup besar, sekitar 38,8 miliar ton,” ucapnya (18/11/2021).

Untuk itu, Arif meminta pemanfaatan teknologi bersih terus ditingkatkan oleh pelaku industri batu bara. Hal ini penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar dan menekan emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor energi..

“Hal sesuai komitmen Presiden Indonesia (Jokowi) dalam mewujudkan teknologi hijau bersih, sebagai sarana untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menilai, batubara yang jadi salah satu primadona pada komoditas energi nasional tetap punya peluang dalam program net zero emission yang kini tengah dikejar Indonesia.

Arsjad tak bisa mengelak, bahwa produk batu bara merupakan salah satu komoditas ekspor yang banyak menyumbang pemasukan devisa bagi negara.

“Sebagai negara yang kaya akan sumberdaya mineral dan batu bara, Indonesia memproduksi lebih dari 500 juta ton batubara setiap tahun. Dan proyeksi tahun ini mencapai 610 juta ton, dan 70 persennya akan diekspor,” terangnya dalam siaran video pada Indonesia Energy and Coal Business Summit, Kamis (18/11/2021).

Walaupun batubara memainkan posisi strategis sebagai pemasok energi utama nasional, Arsjad mewanti-wanti jika banyak negara di dunia kini tengah mengejar target net zero emission.

Meskipun pada masa krisis energi sekarang ini, beberapa negara juga kembali berpaling pada pasokan batu bara yang secara harga lebih terjangkau. (red)

Comments

comments


One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *