SERANG, bantenhariini.com – sebagai upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jalan tol, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak menggelar simulasi Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (KTD) kejadian luar biasa dan antisipasi adanya tumpahan Bahan Berbahya dan Beracun (B3).
Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti Masrana mengatakan, bahwa jalan tol Tangerang-Merak dilintasi oleh berbagai kendaraan industri yang mengangkut berbagai jenis muatan barang, salah satunya limbah B3. Maka itu, sambungnya, Sebagai upaya preventif, ASTRA Tol Tangerang-Merak akan menggelar simulasi penanganan limbah B3. Ini sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada pengguna jalan.
Menurutnya, simulasi ini juga untuk lebih mengasah kesiapsiagaan para petugas ASTRA Tol Tangerang-Merak, dalam memberikan pelayanan saat terjadi kecelakaan di lokasi pekerjaan di jalan tol. “Selain itu sebagai bentuk konsistensi perusahaan untuk memastikan efektivitas standar prosedur dalam penanganan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lokasi kerja,” kata Masrana saat memberikan sambutan di acara simulasi keselamatan lalu lintas di Rest Area KM 68, ruas tol Tanggerang-Merak, Selasa(8/5/2018).
Lanjut Masrana, simulasi itu juga merupakan salah satu bentuk kajian Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait dengan penanganan kecelakaan kerja, dan juga ketersediaan peralatan yang dimiliki oleh ASTRA Tol Tangerang-Merak saat terjadi kecelakaan kerja.
“Kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk kerjasama perusahaan dengan pihak terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran diwilayah Kota Serang dan juga Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang serta perusahaan jasa transporter limbah B3,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Teknik dan Operasi, PT Marga Mandalasakti, Sunarto Sastrowiyoto mengatakan, adanya kegiatan simulasi itu, membuktikan bahwa ASTRA Tol Tangerang-Merak juga fokus terhadap keselamatan kerja para petugas, dengan mengajak seluruh mitra kerja untuk selalu memprioritaskan dan mematuhi aturan keselamatan kerja saat bertugas.
“Saat ini sedang berlangsung pelebaran lajur keempat pada segmen Cikupa-Balaraja Timur, untuk mengantisipasi kejadian terburuk di jalur lalu lintas, makanya kami menggandeng mitra kerja untuk melakukan simulasi KTD B3 sebagai langkah antisipasi dan edukasi. Kemudian, agar kami juga bisa mengatasi penanganan saat terjadi kecelakaan di lokasi pekerjaan, dengan penempatan rambu yang sesuai dan tak mengganggu lalu lintas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu pun, turut dihadiri oleh beberapa pihak terkait. Seperti PT Air Liquide, Rumah Sakit Sari Asih Serang, Dinas Pemadam Kebakaran Wilayah Serang, juga turut mengundang para mitra kerja lainya. (Feb/Setia)

0 Comments