bantenhariini, Tangerang– Nasib tragis dialami Dafa Mustaqim, seorang siswa SDN Larangan Utara 2 Kota Tangerang. Bocah berumur 8 tahun tersebut diduga tewas akibat penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya.
Kecurigaan muncul saat sejumlah orangtua murid dan guru melayat ke rumah duka di Jalan Swadaya Raya, Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (20/10) lalu. Sejumlah saksi menyebutkan melihat hidung dan kuping Dafa mengeluarkan darah. “Ada luka diduga bekas sundutan rokok juga terlihat di sejumlah bagian tubuh Dafa,” kata Jaka Lelana, orangtua teman sekolah korban.
Sebelum ajal merenggut Dafa menurut Jaka, guru di skolahnya sempat bertanya soal luka di kepala korban. Siswa kelas 1 SD itu menjawab akibat dipukul oleh orangtuanya. Sejumlah tetangga korban juga curiga karena melihat jasad bocah itu membiru.
Tetangga kontrakan Dafa, Lilik menuturkan, Dafa meninggal setelah sebelum dibawa orangtuanya ke rumah sakit. Orangtua Dafa berdalih anak itu meninggal karena sakit panas disertai kejang-kejang. “Langsung dimakamkan Kamis malam,” kata Lilik, Minggu (23/10). Keluarga tersebut menurut Lilik, baru mengontrak selama 4 bulan terakhir. Orangtua Dafa dikenal tertutup oleh tetangganya.
Dari rumah kontrakan di Jalan Swadaya, RT 03 RW 04, Larangan Utara, Kota Tangerang tersebut, polisi sejumlah barang seperti gagang sapu, baju dan tas milik Dafa. Polisi juga memintai keterangan Mus dan istrinya Su, di Polsek Ciledug.
Kapolrestro Tangerang Kombes Irman Sugema yang ikut datang ke lokasi kejadian mengungkapkan, sampai saat ini pihak kepolisian masih mendalami semua informasi yang diterima. “Kami masih mendalami keterangan dari saksi-saksi. Kami akan berupaya berkerja secara maksimal untuk mendalami laporan ini,” katanya kepada Indopos. (Rama)

0 Comments