TANGERANG, bantenhariini.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang dari Fraksi Partai Nasdem, Prawoto menyampaikan protes saat Rapat paripurna Persetujuan Bersama Tentang Raperda Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD, Senin (30/11).
Dalam rapat paripurna yang menetapkan beberapa program unggulan, diantaranya peningkatan kualitas SDM, infrastruktur, kesehatan dan juga pendidikan itu, Prawoto mengeluhkan, belum mendapatkan salinan rapat paripurna, padahal anggota yang lainnya sudah tersedia.
Pengamat Politik dari Universitas UNIS, Adib Miftahul menilai, ketegangan tersebut tidak terlalu penting. “Halah, nyari panggung penuh sensasi buat pencitraan saja. Tak lebih. Apalagi interupsinya soal teknis kecil. Hanya buat gaduh. Menurut saya kritiklah yang prinsip dan konstruktif,” ujar Dosen Fisip ini, Selasa (1/12/20).
Menurut Adib, tak ada alasan untuk memperdebatkan lagi prinsip materi dalam paripurna, karena penggodokan R-APBD sudah melalui proses yang panjang. “Paripurna itu penetapan alias last minute. Kalau mau nolak misalnya, yah di awal. Berdebat di situ. Ini kan proses R-APBD panjang. Semua fraksi pasti ada perwakilan di Banggar, ada hiring komisi dan sebagainya,” ujar Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini.
Dalam rancangan APBD T.A 2021 Pemkot Tangerang menganggarkan pendapatan daerah sebesar Rp. 3,99 Triliun dan belanja daerah sebesar Rp. 4,34 Triliun.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo menjamin keterbukaan terkait rancangan APBD dan memastikan semua fraksi telah dilibatkan dalan perencanaan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan keterlibatan perwakilan anggota DPRD dari seluruh fraksi dalam Badan Anggaran (Banggar).
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Tangerang mengusung empat program prioritas pembangunan dan mengedepankan program “City Recovery” sebagai bentuk usaha penanggulangan dampak pandemi covid-19. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang, Senin (30/11). “Diantaranya peningkatan kualitas SDM, infrastruktur, kesehatan dan juga pendidikan,” jabar Wali Kota.
Selain itu, lanjut Wali Kota, Pemkot juga akan menyiapkan beasiswa bagi pelajar berprestasi yang tidak mampu di tingkat perguruan tinggi di tiap kecamatan, perbaikan infrastruktur, program pelatihan di tiap BLK dan persiapan menghadapi Porprov 2022. “Ada 3 jalan besar yang terdampak proyek pembangunan tol. Kami sudah koordinasikan dengan Kementerian PU agar segera diselesaikan. Terkait program pelatihan di tiap BLK juga akan dilanjutkan tahun depan,” ungkap Arief. (Sukanda)

0 Comments