Pesan Legita Sebelum Tewas, Warga Cipindoh Indah yang Jadi Korban Teror di Surabaya


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/05/WhatsApp-Image-2018-05-14-at-14.21.30-1.jpg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/05/WhatsApp-Image-2018-05-14-at-14.21.30-1.jpgTANGERANG, bantenhariini.comLegita (56) warga Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, yang tewas akibat teror bom di Surabaya sempat pamit kepada suaminya, Aan Suteja.

Aan mengatakan ungkapan pamit yang diucapkan istrinya tersebut, tak seperti biasanya. Sebelumnya, Legita jadi salah satu korban teror, saat istrinya tersebut sedang beribadah di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya.

Menurut penuturan Aan, istrinya tersebut pergi ke Surabaya untuk membuka pameran batik bersama kedua temannya yang sampai saat ini belum ditemukan identitasnya, oleh kepolisian.

“Dia biasanya kalau pamit, ya bilang pamit mau ada pameran. Tapi kemarin pas pergi bilangnya akan lama di Surabaya,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Senin (14/5/2018).

Aan menceritakan, istrinya telah genap seminggu pergi ke Surabaya. Pasca ramai pemberitaan di media massa, Aan dan anak-anaknya lantas memantau informasi melalui televisi.

“Keluarga pada panik, sejak kejadian itu dari sore HP istri saya nggak aktif. Saya tadinya mengingatkan kepada anak saya agar nanti saja ke Surabaya-nya tunggu info yang jelas, tapi anak sudah keburu panik dan langsung ke Surabaya kemarin jam enam sore,” jelas Aan.

Pria tiga anak ini mengatakan, Legita adalah sosok pribadi yang religius. Istrinya tersebut, memang kerap kali ikut perkumpulan ibadah bersama teman-temannya.

“Kami inginnnya kalau bisa ya disemayamkan disini. Tapi ini kan masih pemeriksaan, kemungkinan besar dibawa kemari,” tukas Aan (Fani)

Diketahui, pasca teror di Surabaya Minggu, (13/05/2018). pengamanan siaga 1 dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk di Kota Tangerang, pengamanan tampak dilakukan di Polres Metro Tangerang Kota, setiap gereja serta objek vital yang kerap menjadi pusat keramaian. (Fani/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *