Warga Cipondoh Indah Jadi Korban Teror di Surabaya


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/05/WhatsApp-Image-2018-05-14-at-14.21.31.jpeg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/05/WhatsApp-Image-2018-05-14-at-14.21.31.jpegTANGERANG, bantenhariini.com – Seorang warga Perumahan Poris Indah jadi salah satu korban teror yang terjadi di Surabaya. Dia adalah Legita (56), yang berkediaman di Jalan Melati 1 RT 06 RW 06 nomor 267, Perumahan Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Aan Teja menjelaskan, Legita jadi salah satu korban teror, saat istrinya tersebut sedang beribadah di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya.

Pantauan bantenhariini.com, rumah tersebut nampak dikunjungi sejumlah kerabat dan tetangga sekitar. Suasana rumah tampak damai dan tak terlalu sibuk.

Aan menceritakan, istrinya pergi ke Surabaya untuk bekerja bersama kedua temannya.

“Dia bantu temannya disana buat buka pameran batik, sudah sekitar lima bulan dia bekerja. Memang cukup sering ke luar kota buat ikut pameran dimana-mana,” ujar Aan saat ditemui dikediamannya, Senin (15/5/2018).

Pria yang menjabat sebagai ketua RT ini menjelaskan, pasca adanya teror di Surabaya, keluarganya khawatir dan seringkali menunggu informasi melalui televisi.

“Kita nungguin aja informasi dari TV, khawatir semuanya. Anak sudah ada yang ke Surabaya, ternyata benar pas dicek KTP-nya benar itu istri saya,” ucap Aan.

Aan dengan Legita telah memiliki tiga putra. Lanjut Aan, kini istrinya masih dalam proses pemeriksaan.

“Jasadnya sudah ditemukan, masih dalam pemeriksaan. Anak saya bilang akses keluar masuk disana susah, kalau disemayamkan dimana itu nanti dirundingkan lagi,” pungkasnya.

Diketahui, tiga gereja yang menjadi sasaran teroris pada Minggu, 13 Mei 2018 yakni, Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno. Teror juga berlanjut di Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya. Sampai saat ini, seluruh wilayah di Indonesia berstatus siaga satu. (Fani/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *