SERANG, Bantenhariini.id – Yayasan Ngareksa Bhumi mengelar forum group discussion (FGD) dengan tema “Ngobrol Banten” di Cafe Teras Bamboo, Minggu (23/7).
Diskusi tersebut dihadiri, Sultan Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, Ketua PHRI Provinsi Banten Ashok Kumar, Wakil Ketua Umum Bidang Budaya Perkumpulan Urang Banten (PUB) Ahmad Yani, Budayawan Banten Abah Yadi, Pemerhati Budaya Banten Mang Depi, Aktivis Kesultanan Banten pendiri Yayasan Ngareksa Bhumi Aa Ismet Kamal Dahlan.
Dalam diskusi itu para peserta dan narasumber mengenang dan menghormati peran Kesultanan Banten sebagai salah satu kerajaan Islam yang berpengaruh di masa lalu.
Kesultanan Banten pada masa keemasannya merupakan pusat perdagangan dan kebudayaan yang strategis di wilayah barat Pulau Jawa. Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan Kesultanan Banten perlahan memudar dan keberadaannya semakin terlupakan.
Selain itu, diskusi tersebut juga membangkitkan rasa kebanggaan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarah dan nilai-nilai yang pernah diwariskan oleh Kesultanan Banten.
Ketua Yayasan Ngareksa Bhumi Kang Esa mengatakan dengan FGD tersebut ia mengajak kalangan anak muda dan orang tua untuk kembali membangun Banten.
“Anak-anak muda orang tua dan yang lain untuk berkolaborasi untuk kembali membangun Banten kembali,” katanya.
Ia berharap dengan adanya diskusi tersebut generasi milineal dan Gen Z lebih melek kebudyaan yang ada di Banten, bukan malah mengidolakan kebudayaan asing.
“Dua generasi tersebut seolah-olah terkontaminasi oleh kebudayaan asing, jadi kenapa kita tidak melihat di Banten ini Kesultanan Banten itu megah dahulunya,”
Lanjutnya, golongan anak muda sebaiknya melihat dan mengembangkan kebudayaan yang ada di Banten.
“Sebaiknya anak muda sekarang lebih melihat lagi di Banten itu, mengembangkan kembali potensi apa sebenarnya yang ada di Banten,” tuturnya.
Sultan Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni mengatakan bahwa Kesultanan Banten tidak pernah dibubarkan, hanya saja Kesultanan Banten sedang vakum.
“Kesultanan Banten tidak pernah mati tidak pernah dibubarkan kesultanan banten hanya vakum, keturunannya ada sampai saat ini saya ini,” katanya.
“Angkat lagi, pemerintah harus mengakui itu,” sambungnya.
Ia menginginkan pemerintah terlebih dahulu mengakui bahwa Kesultanan Banten masih ada dengan mengakui keberadaanya sebagai Sultan Banten berdasarkan silsilah.
“Berdasarkan silsilah diakui dulu oleh pemerintah,” katanya.
Ia juga mengatakan perlunya ada pengkalakkan tentang kejayaan Sultan Banten di masa lalu.
“Galakkan jayanya Sultan Banten dahulu sejarahnya, kegiatan agamanya, budayanya, lalu mensejahterakan rakyatnya terjadi di Banten,” pungkasnya. []

0 Comments