SERANG, Bantenhariini.is – Pemerintah Kota Serang tengah melakukan akselerasi pembangunan melalui penyelarasan tiga program strategis nasional yang berfokus pada penguatan nutrisi, akses pendidikan, dan kemandirian ekonomi. Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Maju Kotanya, Bahagia Warganya.
Dalam keterangannya di Ruang Wakil Walikota, Nur Agis memaparkan bahwa tiga program utama Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih dirancang untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa sekolah hingga pelaku ekonomi kerakyatan.
Nutrisi dan Lapangan Kerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pilar dengan dampak paling instan. Hingga saat ini, telah berdiri 70 dapur dari target 120 dapur MBG di Kota Serang. Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi untuk anak sekolah dan kelompok rentan (ibu hamil dan balita), tetapi juga menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
“Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang. Jika 120 dapur sudah beroperasi, lebih dari 5.000 warga Serang akan terserap lapangan kerja baru. Belum lagi peran petani dan peternak lokal sebagai penyuplai bahan baku,” ujar Agis Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, beberapa waktu yang lalu.
Pendidikan Berkualitas untuk Warga Kurang Mampu Di sektor pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi warga miskin ekstrem (desil 1 dan 2).
Program berbasis asrama (boarding school) ini menjamin kualitas pendidikan setara sekolah unggulan dengan fasilitas lengkap, termasuk pemberian laptop bagi setiap siswa untuk penguasaan keterampilan digital. Agis menekankan bahwa pendidikan ini sepenuhnya gratis guna memutus rantai kemiskinan di Kota Serang.
Kemandirian Ekonomi Kelurahan
Sementara itu, melalui Koperasi Merah Putih yang dibentuk di 67 kelurahan, Pemkot Serang berupaya mengonsolidasi ekonomi warga. Kedepannya, koperasi ini akan menjadi pusat distribusi barang-barang subsidi seperti gas LPG dan pupuk agar lebih tepat sasaran dan mudah dipantau.
Menghadapi Tantangan Meski optimis, Agis mengakui adanya tantangan seperti keterbatasan lahan pembangunan dan dinamika pro-kontra di masyarakat. Namun, Pemkot telah membentuk Satgas khusus untuk melakukan pengawasan ketat dan sidak lapangan guna memastikan program berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kami membuka diri terhadap kritik dan saran. Pembangunan Kota Serang tidak bisa berjalan sendiri, melainkan butuh kolaborasi dari seluruh stakeholder agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas,” pungkasnya.

0 Comments