SERANG, bantenhariini.id – Gubernur Banten Wahidin Halim menuturkan sebanyak 9.500 pekerja di wilayahnya yang dirumahkan dan ditambah pemutusan hubungan kerja ( PHK ) karena pandemi virus corona. Seluruh pekerja yang diterbitkan dari sekitar 950 perusahaan yang beroperasi di Banten.
“Yang saya rekam dari Disnaker, sudah ada 950an industri yang merumahkan dan mem-PHK. Data ini juga penting. Saya juga meminta apa yang harus kami lakukan di dunia industri,” katanya dari rumah dinasnya di Kota Serang, Banten, Senin (13/4).
Namun demikian, ia memuji belum menerima pekerja yang terdampak. Ia masih membutuhkan jajarannya, terutama di wilayah Tangerang Raya yang berstatus PSBB (meminta sosial berskala besar), untuk mengumpulkan industri mana saja yang terdampak mengikuti jumlah pekerjanya.
“Tangerang itu daerah industri. Kami juga akan berkonsultasi dengan Kementreian, industri mana yang strategis, industri mana yang mendukung dengan produk kesehatan. Ini yang sedang kami pinta dan minta melengkapi dari dinas tenaga kerja yang juga perindustrian,” terang Wahidin.
Di sisi lain, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten telah menyiapkan program bantuan untuk PHK di tengah pandemi covid-19 di Bumi Jawara. Program itu menjadi satu dengan jaring pengaman sosial dan penjagaan-19 lainnya senilai Rp1,22 Triliun. BPKAB Banten mewakili 16.730 industri baik besar, menengah, dan kecil. Penekanan pemerintah agar memberikan perhatian terhadap warga negara yang terdampak covid-19.
Untuk dapat membantu sendiri ada beberapa pilihan, bisa dalam bentuk bantuan padat karya. Lalu, bisa juga membuat usaha baru melalui usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menegah (IKM).
“Di dalamya sudah masuk program itu (program padat karya). Jadi ada pemeliharaan kesehatan, penanganan ekonomi dan penanganan jaring pengaman sosial,” imbuh Kepala BPKAD Banten Rina Dewiyanti. (Red/yan/bir/Cnn)

0 Comments