Tutup Festival Cisadane, Pemkot Tangerang Ingin Segera Wujudkan Cisadane Waterway


TANGERANG, bantenhariini.id – Semarak Festival Cisadane Kota Tangerang yang digelar sejak 26 Juli resmi ditutup Minggu (4/8).

Ragam parade karnaval budaya mulai dari debus, tampilan busana aladin yang berkolaborasi dengan paskibraka, kerajaan ala arabian hingga atraksi budaya reog ponorogo menghipnotis animo para pengunjung. Penutupan Festival Cisadane 2019 resmi ditutup oleh Wakil Walikota Tangerang Sachrudin di Bantaran Sungai Cisadane, Minggu (4/8).

Wakil Walikota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, komunitas, jajaran OPD, Forkopimda dan seluruh komponen yang terlibat dalam memeriahkan dan mendukung acara yang merupakan hajat tahunan di bidang budaya pariwisata tersebut. Sachhrudin juga menyoroti peningkatan pengunjung Festival Cisadane.

“Saya dapat laporan dari panitia bahwa pengunjung Festival Cisadane meningkat. Bahkan banyak wisatawan luar. Ini tanda Kota Tangerang memiliki daya tarik yang luar biasa,” ungkapnya.

Sachrudin menekankan perlunya sinergisitas antar lembaga untuk bisa membawa Tangerang menjadi daya tari wisata. Festival Cisadane sendiri telah masuk dalam Calender Of Event 100 Destinasi Wisata yang direkomendasikan Kementrian Pariwisata untuk dikunjungi. Usai penutupan Festival Cisadane 2019 Sachrudin memberikan isyarat akan menggelar kembali Festival Cisadane yang akan yang lebih meriah dan dengan kemasan yang lebih kreatif dan atraktif.

Ia juga menekankan pentingnya menuntaskan revitalisasi Cisadane agar Sungai Cisadane bisa membawa manfaat banyak untuk Kota Tangerang. Ia Juga mendukung penuh Walikota Tangerang Arief R Wismansyah untuk segera mewujudkan Cisadane Waterway.

Seperti diketahui Disela-sela acara Festival Cisadane, Arief menyampaikan progres Cisadane Waterway sebagai bagian dalam penataan revitalsasi Sungai yang mengaliri 48 Kecamatan di Kota Tangsel, Kota Tangerarang dan Kabupaten Tangerang tersebut.

Waterway diyakini oleh Arief sebagai solusi untuk mengurai kemacetan Kota di Kota Tangerang. Perahu atau kendaraan angkutannya akan melayani dari perbatasan Kota Tangerang Selatan yaitu Serpong sampai ke Jantung Kota Tangerang.

Waterway ini akan menghubungkan Dermaga Serpong yang berada di belakang Lippo kemudian ke Panunggangan Barat dan berhenti di Masjid Agung (Cikokol). Masyarakat yang akan bekerja ke Jakarta bisa bisa alih moda ke KRL.

Waterway Cisadane ini sudah masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) pada Fabruari lalu. Pemerintah Pusat juga telah memberikan izin untuk penggunaan Sungai Cisadane. []

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *